Program Upsus Siwab di Kalbar Masuk dalam Kategori Hijau

oleh
Sri Widayati Direktur Pakan Ternak Dirjen PKH (kanan) dan Ir.Muhamad Munsif (Kadispangnakkeswan) Prov Kalbar Memberikan Keterangan Pada Rapat Evaluasi Upsus Siwab Semester I Tahun 2019 di Hotel Gajahmada, Pontianak, Senin, (19/08/19). Foto : ril

PONTIANAK – Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar menggelar pertemuan Rapat Evaluasi Upsus Siwab Semester I tahun 2019. Acara tersebut berlangsung dua hari, dari tanggal 19-20 Agustus 2019 di Hotel Gajah Mada, Pontianak.

Rapat tersebut dihadiri Direktur Pakan Ternak Direktorat Jenderal dan Peternakan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, serta Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan se-Kalbar.

Rapat dibuka oleh Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar Ir. Muhamad Munsif, MM.

Dalam sambutannya Munsif mengatakan, upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan untuk komoditas daging sapi masih terus dilakukan sampai saat ini.

“Kegiatan optimalisasi reproduksi melalui Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) menjadi program utama kegiatan pemerintah provinsi Kalbar dari tahun 2017,” ujarnya, Senin (19/08/19).

Lanjut Munsif, dari pelaporan data I-Sikhnas (UPSUS SIWAB) di Kalbar tahun 2019 ini menunjukan kinerja Iseminasi Buatan/IB mencapai 12,843 ekor atau 73 persen dari target 17,500 ekor, dengan jumlah pelayanan IB sebanyak 16,861 dosis.

“Kinerja kebuntingan 7.799 ekor atau 63,67 persen dari target 12.200 ekor sedangkan kinerja kelahiran 7,065 ekor atau   72,10 persen dari target 9.800 ekor,” ucapnya.

Dari data tersebut rata-rata diatas angka 60 persen untuk program Upsus Siwab dan Provinsi Kalbar termasuk katagori hijau. Ia berharap dan optimis di akhir tahun 2019 program ini bisa mencapai angka 90 persen.

Sementara itu, Sri Widayati Direktur Pakan Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian mengatakan, akan mengapresiasi Provinsi Kalbar, agar bisa mempertahankan target yang ditentukan atau masuk dalam zona hijau yang dientukan Kementarian PKH baik itu, IB, Kebuntingan dan Kelahiran.

“Sejauh ini di Kalbar sudah mencapai target atau masuk kategori zona hijau,” katanya.

Ia mengharapkan, Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar bisa mempertahankan target yang telah di raih seperti tahun lalu, sehingga Provinsi Kalbar bisa memberikan kontribusi ketingkat nasional.

Lebih jauh Sri mengatakan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus mendorong para peternak diseluruh daerah untuk meningkatkan semua produksi melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). (ril)