Garda Borneo Harapkan Beda Pendapat Jangan Jadi Perpecahan Dalam Pemilu 2019

oleh
Sekretaris Jenderal Garda Borneo, Sahlihin. Foto : Joni

PONTIANAK  – Sekretaris Jenderal Garda Borneo, Sahlihin berharap, untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu legislatif 17 April 2019 nanti yang bersamaan, suasana tetap aman, umum, bebas rahasia, jujur dan adil.

Pelaksanaan Pilpres serta Pileg masih tersisa kurang lebih 62 hari. Dilaksanakan 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat.

“Kami Garda Borneo mengharapkan, pada masa pelaksanaan maupun usai pencoblosan nanti, masyarakat, tetap menjaga situasi dan dinamika politik yang kondusif, tertip, aman, serta demokratis dan bermartabat,” ujarnya Rabu (13/02/19).

Walaupun ada perbedaan pendapat dalam Pilihan kata Sahlihin, janganlah menjadi sebuah pemisahan atau kesenjangan diantara kita. Tapi jadikanlah sebuah pembelajaran, bahwa itulah warna-warna berdemokrasi.

Kata Sekjen Garda Borneo, untuk semua lapisan masyarakat Kalimantan Barat untuk ikut serta dalam menjaga ketertiban, keamanan dan kedamaian saat  pesta demokrasi berlangsung.

“Dengan menjaga keamanan dan ketertiban, kita tidak merasa was was atau takut. Sebab, dengan semua itu berarti kita sudah menjadi warga negara yang baik yang menjaga keutuhan Indonesia dalam bingkai NKRI,” pesan Sahlihin.

Ia juga berharap, tanggal 17 April nanti, seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak agar menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani masing masing.

“Tanpa ada paksaan. Kami dari Garda Borneo juga menolak politik uang, berita hoaks dan isu isu lainnya yang dapat menyebabkan perpecahan di NKRI ini,” terang dia. (jon)