Oknum Pegawai Dinas Pendidikan Sekadau Intervensi DAK Swakelola

oleh

SEKADAU – Diduga ada intervensi pengelolaan Dana Alokasi khusus (DAK) yang diperuntukan untuk merehabilitas Sekolah, dilakukan oleh oknum pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau.

Padahal secara petunjuk teknis dana teraebut dilakukan dengan secara swakelola. Artinya, dana itu dikelola kepala sekolah dengan cara kerjasama dengan pihak ketiga.

“Namun sekolah itu yang menentukan tanpa harus ada intervensi dari Dinas Pendidikan,” ungkap salah seorang kepala sekolah di Kabupaten Sekadau yang namanya tidak mau diaebutkan.

Menurutnya, adapun indikasi bentuk intervensi yang dilakukan oknum pegawai di Dinas Pendidikan tersebut yakni dengan menekan kepala sekolah agar menyerahkan pelaksanaan proyek swakelola kepada orang-orang yang sudah ditentukan olehnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, hampir semua sekolah yang menerima proyek swakelola mendapat perlakuan serupa dari oknum tersebut.

“Saya didatangi seseorang yang mengatakan akan melaksanakan rehab gedung sekolah. Dia mengaku ditunjuk oleh atasan kami di dinas,” tuturnya.

Proses ini bahkan sudah berlangsung lebih dari satu tahun anggaran. Salah seorang kepala sekolah lainnya juga mengaku pernah mengalami hal tersebut.

“Memang ada seperti itu,” kata kepala sekolah tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau, Losianus saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya memang tidak mengetahui adanya kejadian tersebut.

Sebagai langkah awal untuk mencegah hal itu, Kepala Dinas Pendidikan langsung mengadakan rapat mendadak dengan cara memanggil semua staf dan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan pada Rabu (09/01/19) untuk menertibkan hal tersebut.

“Tidak ada intervensi dari dinas, sebab itu hak mutlak kepala Sekolah,” tegasnya.

Langkah selanjutnya kata dia lagi, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengadakan rapat dengan sejumlah kepala Sekolah yang mendapatkan dana swakelola yang berasal dari DAK.

“Hari Jumat nanti kita akan mengadakan rapat dengan kepala sekolah yang mendapatkan dana swakelola dari dana DAK,” tutupnya. (sutarjo)