Jelang Natal dan Tahun Baru, Pertamina Tambah 5 Persen Stok Gas 3 Kg di Kalbar

oleh
Ilustrasi Elpiji 3 Kg. Foto : fajaronline.co.id

PONTIANAK – PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalimantan Barat menambah stok dan pasokan elpiji subsidi atau tabung tiga kilogram sebesar lima persen dari kebutuhan normal menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru di Kalbar.

“Penambahan stok dan pasokan elpiji subsidi tersebut sebagai antisipasi meningkatnya permintaan elpiji tiga kilogram tersebut menjelang dan sepanjang Perayaan Natal dan Tahun Baru di Kalbar,” kata Executive Elpiji PT Pertamina (Persero) Pontianak, Sandy Rahadian   di Pontianak, Jumat (07/12/18).

Ia menjelaskan, sepanjang bulan November 2018, Pertamina juga telah melakukan penambahan stok dan pasokan, yakni sebanyak 38.640 tabung atau menjadi sebanyak 3.174.800 tabung dalam bulan itu. Kemudian untuk Desember 2018, stok dan pasokan kembali diperbanyak menjadi 182.560 tabung atau menjadi 3.318.000 tabung, sebagai antisipasi meningkatnya permintaan masyarakat, terutama bagi masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru.

Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan penambahan lagi apabila memang diperlukan.

“Penambahan akan kami lakukan apabila memang ada permintaan khusus dari pemerintah daerah, yang akan kami usulkan kembali untuk dilakukan penambahan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sandy mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan elpiji dengan hemat, dan tidak membeli elpiji subsidi dengan jumlah banyak, karena malah akan menimbulkan masalah lainnya.

“Bagi masyarakat yang tergolong mampu kami imbau agar tidak lagi menggunakan elpiji subsidi, dengan beralih kepada Bright Gas 5,5 kilogram atau 12 kilogram,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat yang tergolong mampu dan pihak restoran serta rumah makan agar tidak lagi menggunakan elpiji subsidi.

Menurut Edi Rusdi Kamtono, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan imbauan agar mereka yang tidak berhak tidak lagi menggunakan elpiji subsidi.

“Sebenarnya kuota elpiji untuk Kota Pontianak malah sudah lebih, tetapi masalahnya ada oknum-oknum yang mencari keuntungan dengan membeli elpiji dalam jumlah banyak yang kemudian dijual kembali pada masyarakat,” ungkapnya.

Malah, menurut Edi dari laporan yang pihaknya terima, elpiji yang seharusnya untuk masyarakat Kota Pontianak, diduga dibawa dan dijual ke luar Pontianak.

“Selain itu, masih ada juga masyarakat yang tergolong mampu, tetapi masih menggunakan elpiji subsidi tersebut, sehingga masyarakat yang benar-benar berhak menggunakan elpiji tersebut kesulitan dalam mendapatkan elpiji subsidi tiga kilogram itu,” katanya.

Selain itu, menurut dia, Pemkot Pontianak juga sudah mengeluarkan imbauan kepada ASN (aparatur sipil negara) di lingkungan Pemkot agar tidak lagi menggunakan elpiji subsidi tersebut. (rilis)