Diduga Masih Banyak Usaha Galian C di Sekadau Belum Kantongi Ijin

oleh

SEKADAU – Pertambangan galian C di wilayah Kabupaten Sekadau cukup banyak. Ada yang menambang pasir dari sungai, ada juga yang menambang batu dengan cara menggali.

Namun, sebagian besar usaha galian C tidak memiliki ijin resmi alias ilegal. Data yang dihimpun di lapangan, hanya ada beberapa lokasi penambangan yang sudah mengantongi ijin. Itupun jumlahnya kurang dari lima usaha.

Undang-undang (UU) No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur te­ntang urusan pembagian kew­enangan khususnya pen­erbitan izin galian C beralih ke provinsi. Artinya, ijin galian C ditandatangani oleh gubernur.

Pemkab Sekadau juga sudah memiliki Perda yang mengatur tentang penarikan retribusi galian C.

“Kita berharap pihak berwenang menertibkan usaha galian C yang belum memiliki ijin,” ujar Anton S, warga Sekadau, Jumat (07/12/18).

Menurutnya, kegiatan usaha sah-sah saja dilakukan. Namun, jangan sampai tidak mematuhi aturan yang berlaku.

“Karena di negara ini ada hukum dan undang-undang. Aturan dibuat untuk ditaati, jadi tidak bisa seenaknya,” tambah dia.

Beberapa waktu lalu, tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Kabupaten Sekadau yang dipimpin Wakapolres Sekadau, Kompol Onisimus Umbu Sairo sempat mendatangi beberapa lokasi galian C ilegal seperti di daerah Nanga Taman.

“Kita ingin aparat menertibkan semua, jangan hanya satu atau dua tempat saja,” sarannya. (sutarjo)