Petani Sawit Swadaya Harus Miliki STDB

oleh

SEKADAU – Untuk percepatan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) bagi petani kelapa sawit swadaya di Kabupaten Sekadau, digelarlah workshop yang dibuka Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Sekadau, Sadae, Kamis (06/12/18) di aula lantai II, Kantor Bupati Sekadau.

Dalam paparannya, Sandae mengungkapkan, bahwa 40 persen warga Sekadau adalah petani. Hanya saja angka itu tidak termasuk petani padi. Jadi, yang paling dominan adalah petani perkebunan.

Di Sekadau, luas kebun swadaya sekitar 100 ribu hektare, dan dari luas tersebut, masih banyak petani swadaya yang belum terdata dengan baik.

“Untuk di ketahui data petani sawit swadaya di kabupaten, sampai saat ini memang belum genah,” kata Sandae.

Untuk itu, Sandae minta agar proses pendataan kebun swadaya dipercepat. Tujuannya agar proses STDB bisa dipercepat pula. Sehingga apabila petani swadaya sudah terdaftar di STDB, maka pemerintah bisa mengarahkan ke pabrik untuk menjual TBS.

Pentingnya petani terdaftar dalam STDB, sebab dapat dijadikan legalitas kebun swadaya, sebagai langkah awal untuk membuat ISPO.

“Sebab kedepan, pabrik tidak akan membeli Tandan Buah Segar (TBS) kebun swadaya, tanpa terdaftar sebagai anggota ISPO,” ungkap Sandae.

Mau tidak mau, para pemilik kebun swadaya harus mendaftar sebagai anggota STDB, lagipula proses pendaftaran  juga tidak terlalu rumit.

“Demi kenyamanan bersama, para petani swadaya juga menikmati harga TBS sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah melalui indeks,” kata Sandea.

Sementara Paskalis, pengurus CU Keling Kumang mengatakan, saat ini ada 6 ribu hektare lahan petani swadaya yang sudah tergabung dalam petani nasabah CU. Dari jumlah ini kata dia, tidak semua bibit sawit tersebut dari bibit yang baik.

“Hanya 75 persen saja bibit mereka dari Merihat, sedangkan 25 persen masih bibit palsu,” terang Paskalis.

Saat ini lanjut dia, sudah ada 500 berkas anggota petani swadaya dari anggota CU Keling Kumang yang siap diajukan untuk STDB.

“Saat ini kita masih melengkapi berkas dan pengukuran lahan anggota untuk diajukan guna mendapatkan STDB,” katanya. (sutarjo)