Ini kata Pengeran Gusti Muhamad Efendi Pasca Sekadau Dimekarkan

oleh

SEKADAU –  Gusti Muhamad Efendi, Pangeran Kerajaan Kusuma Negara Sekadau menilai, sejak dimekarkan menjadi kabupaten pecahan dari Kabupaten Sanggau, Sekadau sudah banyak mengalami kemajuan dari berbagai aspek. Baik dari segi ekonomi, infrakstruktur dan kemajuan lainnya.

Kemajuan sudah mulai terasa sejak dipimpin Simon Petrus, bupati difinitif pertama Kabupaten Sekadau. Kemudian sekarang dilanjutkan oleh Rupinus.

“Saya yakin, pembangunan akan terus berlanjut,” katanya kepada wartawan, Jumat (15/11/18) di Sekadau.

Menurut dia, jika melihat Sekadau saat ini, seperti kabupaten yang sudah mekar dua puluh lima tahun lalu. Apalagi sekarang sudah terbangunnya pasar baru, yang mana keberadaannya semakin memperlancar perputaran ekonomi di Sekadau.

“Sekarang, jalan-jalan antar dusun dan desa sudah bisa dilewati menggunakan roda empat. Rasanya seperti mimpi yang sudah menjadi kenyataan. Ditambah lagi masyarakatnya selalu hidup rukun dan damai. Semua itu berkat kerjasama pemerintah daerah dengan Keraton dan para tokoh-tokoh masyarakat di Sekadau,” kata Pangeran.

Kehadiran Keraton Kusmuma Negara, tentu semakin menperkaya khasanah budaya yang ada. Artinya keraton yang sudah dibangun bukan hanya milik kerajaan saja, tapi milik semua masyarakat Sekadau. Karena, dulunya semua rakyat Sekadau dipimpin oleh raja, yang tingal di Keraton.

Raja pertama Kerajaan Kusuma Negara dipimpin oleh raja Siak Bulun, seorang raja dari keturunan Suku Dayak yang dulu disebut Suku Atas. Karena kata dia lagi, Kerajaan Kusuma Negara didirikan oleh enam suku yang ada di Sekadau pada waktu itu, diantaranya Suku Kematu, Suku Seberuang, Suku Mualank, Suku Ketungau, Suku Taman, dan Suku Seganan.

“Keenam suku inilah yang mendirikan kerajaan Sekadau, yang disebut dengan Kerajaan Kusuma Negara,” katanya.

Dalam waktu dekat ini, dirinya akan dinobatkan untuk mendapat gelar Sri Negara II, sebagai Pengeran Agung Gusti Muhamad Efendi Sri Negara II.

Penobatan akan digelar dalam waktu dekat ini. Pada acara penobatan itu nanti, banyak raja dari luar yang akan datang. Diantaranya raja dari Cerebon, Sultan Palembang, Sultan Bali dan Sultan dari Philipina yang rencananya juga hadir. Ditambah lagi semua raja di Kalbar sudah pasti hadir semua.

“Sebagai keturunan orang yang pernah memimpin Sekadau, saya minta agar semua masyarakat Sekadau tetap menjaga kedamaian yang sudah tercipta dengan baik selama ini, demi keutuhan NKRI. Saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah daerah Sekadau, yang telah banyak menbantu kami selama ini,” ucapnya. (sutarjo)