KPU Sekadau Kembali Mutahirkan DPT-HP-1

oleh

SEKADAU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali melakukan pemutahiran Data Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPT-HP -1) bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan sejumlah partai politik peserta pemilu tahun 2019, di aula kantor KPU Sekadau, Sabtu (10/11/18).

Hadir pada acara tersebut lima orang anggota KPU, dua orang anggota Bawaslu, sejumlah ketua Parpol dan undangan lainnya.

Dalam paparannya, Ketua KPU Kabupaten Sekadau, Drianus Saban mengatakan, singkronisasi hasil DPT HP-1 ini penting dilakukan, untuk menyatukan persepsi mengenai data pemilih hasil perbaikan.

Secara umum, hasil perbaikan data pemilih pemilu tahun 2019 adalah, meninggal sebanyak 2364 orang, kemudian yang pindah sebanyak 1.620 orang, lalu yang menjadi TNI/Polri sebanyak 37 orang, sedangkan yang mengalami gangguan  jiwa ada 4 orang, dan selanjutnya yang tidak dikenal sebanyak 1.717 orang.

Lebih lanjut Saban menjelaskan, kata pindah yang dimaksud dalam DPT HP-1 adalah warga yang pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS), karena ada perubahan dan penambahan TPS.

“Misalnya, yang dulu memilih di TPS A, kemudian pindah milih B, sehingga yang bersangkutan dinyatakan pindah. Namun, ada juga yang pindah keluar kabupaten, tapi angkanya tidak terlalu banyak,” terangnya.

Kemudian ada pemilih yang tidak dikenal, artinya yang dimaksudkan KPU adalah, orang tersebut pindah dari dusun A ke dusun B. Tentunya, di dusun B pasti dia tidak dikenal.

“Inilah maksud data tidak dikenal tersebut versi KPU,” kata Saban.

Begitu juga dengan data orang yang sudah meninggal, mereka dinyatakan tidak ikut memilih.

“Data ini kita ambil berdasarkan faktual. Artinya, kalau sudah meninggal kita betul-betul cek secara faktual ke lapangan,” tuturnya.

Ada bermacam-macam DPT, misalnya ada pemilih yang pindah memilih dari kecamatan satu pindah untuk memilih di kecamatan lain. Untuk kasus seperti ini pihaknya menyebut dengan istilah DPT B.

Lain halnya lanjut Saban lagi, yang pindah dari TPS A ke TPS B, kasus semacam ini dimasukan ke DPT Khusus.

“Bagi masyarakat yang ingin pindah memilih, baik dari TPS ke TPS atau dari kecamatan ke kecamatan lain. Sebaiknya mulai sekarang sudah boleh mengurus langsung ke KPU. Kita beri waktu pengurusan satu bulan sebelum hari pencoblosan. Karena, kalau mepet hari kita kesulitan untuk menyiapkan surat suara. Sebab, di TPS hanya disiapkan 2 persen kelebihan surat suara dari jumlah pemilih,” terangnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat, bagi yang belum terdaftar sebagai pemilih, sebaiknya langsung mendaftar ke KPU Sekadau sebelum DPT HP -1 di plenokan. (Sutarjo)