Hasil Survey, Karolin – Gidot Layak Pimpin Kalbar

oleh

PONTIANAK – Hasil survei Pusat Riset Demokrasi (Pride) menunjukkan, calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar nomor urut dua, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot, menjadi pasangan yang paling diinginkan oleh masyarakat Kalbar untuk memimpin provinsi ini lima tahun ke depan.

Berdasarkan survei yang dilakukan Pride terhadap 1200 responden di 100 kelurahan/desa yang ada di Kalbar pada 5-10 Juni lalu, responden dari karakteristik usia dan pendidikan cendererung menginginkan Karolin-Gidot memimpin Kalbar, karena pasangan ini memiliki program yang mampu meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Kalbar.

“Pasangan calon yang dianggap memiliki program yang mampu untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia adalah, Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot sebesar 56 persen,” ujar Direktur Pride, Henry Robert, di Pontianak, Jumat (22/06/18).

Henry mengatakan, dari survei yang telah dilakukan, Pride mendapati sejumlah temuan. Antara lain, banyak responden yang telah menentukan pilihannya di Pilkada Kalbar 2018 adalah sebesar 92,25 persen, dan sebanyak 7,75 persen responden belum menentukan pilihannya.

Adapun alasan responden memilih pasangan calon, karena program atau visi dan misinya sebesar 45 persen diikuti karena latar belakang pasangan calon 30 persen. Selanjutnya karena intelektualitas pasangan calon sebesar 21 persen, serta alasan suku dan agama 4 persen.

Dalam melakukan survei, Henry menjelaskan, Pride menggunakan metode multistage random sampling.

“Pengambilan sampel dilakukan secara proporsional. Sedangkan margin of error (MoE) adalah 2,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, cara pengambilan responden dilakukan secara acak dimulai dengan menentukan kecamatan, kelurahan/desa secara acak, kemudian menentukan RT secara acak dan akhirnya menentukan keluarga arget (responden).

“Jumlah responden terpilih secara random 1200 orang yang tersebar di 100 kelurahan/desa di 14 kabupaten/kota secara proporsional. Sedangkan survei dilaksanakan dengan cara interview tatap muka (face to face interview),” jelasnya.

Adapun karakteristik respon yang diinterview, berusia 17-60 tahun ke atas. Dari segi pendidikan, responden diambil dari mereka yang berpendidikan SD sampai lulusan perguruan tinggi. (*)