Karolin Akan Benahi Pelabuhan Utama di Kalbar

oleh

PONTIANAK –  Calon Gubernur Kalbar nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa akan memaksimalkan sejumlah pelabuhan yang ada di Kalbar, guna mempermudah keluar masuk barang dalam upaya menekan harga komoditas di daerah ini.

“Terkait hal itu, potensi kelautan yang sudah sangat baik, perlu dioptimalkan untuk menopang perekonomian daerah. Untuk itu, ke depan, beberapa pelabuhan utama kita sepeti Pelabuhan Kuala Mempawah, Sintete, Pontianak dan Ketapang akan kita benahi, karena pelabuhan-pelabuhan ini mengalami problem yg sama, dan menyebabkan biaya ekonomi yang tinggi di kalbar” kata Karolin di Pontianak, Minggu (09/06/18).

Menurut Karolin, pembenahan pelabuhan ini akan dilakukan, agar keluar masuk barang semakin mudah sehingga harga komoditi yang diperlukan masyarakat juga bisa semakin murah.

“Hal ini juga selaras dengan program pemerintah pusat dibawah kepemimpinan pak Jokowi, dengan pembangunan tol laut yang menghubungkan nusantara,” jelasnya

Karolin menegaskan, dirinya mengetahui bahwa sektor kelautan memiliki peranan penting dalam menopang perekonomian masyarakat daerah, karena sejak dulu Indonesia merupakan negara bahari.

“Hal ini yang membuat pemerintah pusat, dibawah pemerintahan Jokowi-JK untuk fokus membenahi sektor kelautan dan perikanan, salah satunya dengan membangun tol laut yang bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di Nusantara. Dengan adanya hubungan antara pelabuhan-pelabuhan laut ini, maka dapat diciptakan kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok,” paparnya.

Karolin menjelaskan, dalam program Tol Laut ini, angkutan laut baik kapal barang maupun kapal penumpang memainkan peran penting dalam memastikan berjalannya program logistik nasional jalur laut tersebut.

“Salah satu indikator yang ingin dicapai Pemerintah adalah ketersediaan komoditas pangan dan berbagai kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang terjangkau. Pemerintah sudah mengusahakan tol laut sebagai jalur transportasi laut bagi sejumlah komoditas,” kata Karolin.

Dengan tol laut tersebut diharapkan wilayah-wilayah Indonesia, utamanya bagian Timur, dan ke depan hal ini juga akan dilakukan di Kalimantan dan semua daerah di Nusantara bisa terhubung sehingga mampu menekan harga komoditas.

“Program tol laut yang sudah terbukti berhasil ini sudah bisa dirasakan masyarakat di Indonesia bagian Timur, dimana terjadi penurunan harga 20 sampai 25 persen. Itu merupakan penurunan yang cukup tinggi sehingga diharapkan apabila rute dan trayek ini semakin banyak, kita meyakini bahwa turunnya harga-harga ini akan menjadi semakin lebih baik lagi,” imbuhnya.

Untuk menunjang pembenahan pelabuhan tersebut, lanjutnya, bersama calon Wakil Gubernur Kalbar, Suryadman Gidot, dirinya juga akan terus melakukan pembenahan infrastruktur daerat, karena jika tidak ada infrastruktur yang baik di daerat, tentu juga akan sulit untuk menyalurkan logistik bagi masyarakat pedalaman.

“Hal ini pasti bisa kita lakukan dengan konsep pembangunan yang matang dan terintegritas antara daerah dan pusat, terlebih kita memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah pusat, sehingga bukan mustahil pelabuhan dan infrastruktur darat yang ada pada pemerintahan kami nanti akan semakin baik,” tutup Karolin. (*)