295 Prajurit Infanteri Ikuti Upacara Pembaretan

oleh

SINGKAWANG – Sebanyak 295 Prajurit melakukan upacara tradisi Pembaretan Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri (Dikjurbaif), Abiturien Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) dan Pembaretan Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurtaif), Abiturien Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Tahun Anggaran 2017 (OV).

Kegiatan ini diselenggarakan di Pantai Kura Kura, Kabupaten Bengkayang, Kalbar, Rabu (06/06/18). Turut hadir dalam pembaretan tersebut Wadanrindam XII/Tpr, Dandodiklatpur, para Dansatdik dan Kabag Rindam XII/Tpr serta para orang tua dan keluarga siswa.

Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif), Mayjen TNI Surawahadi, S.I.P., M.Si dalam amanatnya yang dibacakan oleh Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Martin Susilo M. Turnip, S.H mengatakan, pembaretan dan penyematan brevet kulifikasi “Yudha Wastu Pramukha” merupakan suatu pengakuan dan penghargaan bagi para siswa Infanteri. Baret Infanteri adalah lambang kehormatan Prajurit Infanteri tertinggi yang merupakan Queen Of The Battle.

“Prajurit Infanteri memiliki kemampuan untuk bergerak di setiap bentuk medan pertempuran baik di hutan, gunung, laut, sungai dan pantai dimana kemampuan tersebut tidak dimiliki oleh prajurit diluar kecabangan Infanteri,” ujarnya.

Semboyan Infanteri “Yudha Wastu Pramuka” mempunyai arti terkandung, bahwa prajurit infanteri merupakan pelaksana pertempuran terdepan dan menjadi penentu kemenangan dalam pertempuran jarak dekat di darat untuk mencari, mendekati dan menghancurkan musuh serta merebut menguasai dan mempertahankan medan.

Selain itu, prajurit infanteri harus disiplin, jago tembak, jago beladiri dan memiliki fisik yang prima yang dilandasi nilai-nilai jati diri prajurit yaitu sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional yang memiliki mental kuat. Dan sadari secara sungguh-sungguh sesuai dengan agama dan keyakinanmu masing-masing, jalan hidup yang ditempuh sebagai Prajurit Infanteri adalah rencana dan Ridho dari Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk itu pegang teguh sapta marga, sumpah prajurit dan 8 Wajib TNI serta jangan pernah ragu atau bimbang dalam menjalankan setiap tugas dan kewajibanmu untuk menjaga serta menegakkan panji korps infanteri.

“Namun, jangan pernah lupakan jati dirimu sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional serta jadilah insan perekat persatuan dan kesatuan NKRI yang memperkokoh semangat kebhinekaan dan kemanunggalan TNI Rakyat,” katanya berpesan.

Danpussenif juga mengingatkan, sebagai prajurit TNI Disiplin adalah nafasku dan kehormatan adalah segala-galanya, pelihara kesegaran jiwa dan kesegaran jasmanimu tingkatkan kemampuan dan keterampilan merawat serta pelihara senjata dan perlengkapan yang menjadi tanggung jawab dengan baik.

“Jaga dan tingkatkan kebersamaan dan jiwa korsa serta kebanggaan sebagai prajurit infanteri serta senantiasa memegang komitmen berbuat terbaik berani tulus dn ikhlas dilandasi oleh disiplin loyalitas dan kehormatan,” pungkasnya. (Humas Kodam)