Dua Paslon Sampaikan Program Unggulan Dalam Debat Publik Pilkada Barut

oleh

MUARA TEWEH – Pemilihan kepala daerah dan wakil telah memasuki babak baru,  yaitu penyampaian visi misi melalui debat publik. Acara debat dilaksanakan di aula DPRD Barut,  Rabu (09/05/18/) malam.

Debat publik yang dipandu oleh prasenter cantik Brigita Manohara itu, dihadiri pendukung masing masing pasangan, seperti nomor urut satu H. Nadalsyah – Sugianto Panala Putra dan nomor urut dua Taufik Nugraha – Ompie Herby.

Dalam debat terbuka tersebut, kesempatan pertama diberikan sesuai nomor urut yakni H. Nadalsyah – Sugianto Panala Putra,  untuk menyampaikan visi misi program lima tahun kedepan.

H. Nadalsyah dalam kesempatan itu memaparkan visi misi  seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan. Hal ini sama dengan penyampaian saat berkampanye di setiap kesempatan.

Dalam paparannya H. Nadalsyah juga menekankan, setiap permasalahan tentu saja berkeadilan bagi seluruh masyarakat, agar kesejahteraan merata tanpa memihak untuk seluruh masyarakat Barito Utara.

Dalam debat H. Nadalsyah atau biasa disapa H. Koyem mempertanyakan dasar hukum penambahan dana desa. Sedangkan masalah dana desa sudah ada aturannya, sehingga untuk melakukan penambahan diperlukan dasar hukum.

Kemudian masalah tarip dasar air minum yang sudah diterapkan, sesuai dengan hasil audit BPK, sehingga ditetapkan dasar harga, namun pemkab juga memilih harga terendah untuk masyarakat. Dalam kenaikan tarif juga dibarengi dengan peningkatan pelayanan. Sehingga akses pelayanan kepada seluruh pelanggan lebih mudah.

Nadalsyah juga katakan, dasar hukum untuk menaikan tarif juga telah dibuat melalui perangkat hukum yang dibuat bersama DPRD,  dan ini sudah disetujui juga bersama. Karenanya, tarif yang dipakai juga tidak membebani masyarakat.

Sementara Taufik Nugraha bersama pasangannya Ompie Herby, mengenai jawaban H. Nadalsyah – Sugianto Panala Putra, tetap akan menaikan dana desa,  kendati pertanyaan Nadalsyah mengenai dasar hukum untuk penambahan tidak dijawab.

Begitu juga dengan pertanyaan mengenai penurunan tarif PDAM, dimana pasangan Taufik Nugraha ngotot ingin merubah aturan yang sudah dibuat. Padahal, tarif yang ada sekarang saja sudah lebih murah bila dibandingkan dengan tarif seperti daerah lain di Kalimantan Tengah.

Sementara pantauan di aula DPRD, masing masing pendukung dengan tertib meneriakan dukungan kepada pasangannya masing masing. Dimana dalam debat publik berlangung selama 120 menit.

Dalam debat publik juga dihadiri Pjs Bupati Sapto Nugroho, sekda Jainal Abidin, serta seluruh kepala SOPD di lingkungan pemerintahan. (bani)