Hanya Harry-Yandi yang Hadir Pembekalan KPK, Paslon Pilwako Lain Kemana?

oleh
Calon Wali Kota Pontianak nomor urut 1, Harry Adryanto-Yandi saat berdiskusi dengan Dian Patria, Koordinator Wilayah Supervisi dan Pencegaham KPK. Foto : Arif

PONTIANAK – Dalam kegiatan pembekalan antikorupsi dan deklarasi Laporan  Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), cukup banyak calon Kepala Daerah  se-Kalbar yang tidak hadir, diantaranya adalah calon Wali Kota Pontianak nomor urut 2, Edi Kamtono, calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak nomor urut 3, Satarudin-Alpian Aminardi, calon Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya nomor urut 1, Muda Mahendrawan-Sujiwo serta calon Gubernur Kalbar nomor urut 3, Sutarmidji.

Khusus calon Kepala Daerah Pontianak, sebelumnya  yang hadir untuk mengikuti pembekalan yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak nomor urut 1, Harry Adryanto-Yandi. Namun setelah pembekalan antikorupsi selesai dilaksanakan, entah kenapa tiba-tiba calon Wakil Wali Kota Pontianak nomor urut 2, Bahasan datang, itupun setelah perwakilan Dian Patria, Koordinator Wilayah dan Pencegahan KPK menegaskan bahwa pembekalan antikorupsi dan deklarasi LHKPN ini sangat penting bagi calon Kepala Daerah, sehingga jangan sampai nantinya apabila terpilih, Kepala Daerah dapat terjerat kasus korupsi.

Diduga, disaat itu juga, ada perwakilan dari tim pemenangan yang menghubunginya, sehingga calon Wakil Wali Kota Pontianak nomor urut 2, Bahasan datang disaat pembekalan antikorupsi  selesai digelar.

Bukan kali ini saja, pasangan kontestan Pilwako Pontianak berhalangan hadir, sebelumnya pada diskusi publik bedah visi dan misi calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak yang digelar oleh 4 organisasi mahasiswa, yakni PMII, KAMMI, IMM dan GMNI, Jumat (04/05/18) lalu, dua pasangan calon Pilwako Pontianak juga tidak bisa hadir.

Saat itu pun yang hadir, hanya calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak nomor urut 1, Harry Adryanto-Yandi, sedangkan pasangan calon nomor urut 2 dan 3 hanya mengutus perwakilannya. (Dody)