Masyarakat Sudah Sadar Gunakan Gas

oleh
PT. Pertamina Kalbarteng sidak keberadaan LPG disejumlah SPBU di Kota Pontianak. Foto : Budi

PONTIANAK – Kesadaran masyarakat Kalbar untuk beralih ke LPG non subsidi mulai baik. Dari data yang didapat, tercatat sekitar lima persen masyarakat yang sebelumnya menggunakan LPG subsidi, kini sudah beralih ke LPG nonsubsidi. Angka lima persen tersebut, suatu langkah yang bagus, kalau dilihat dari angka kesadaran masyarakat yang beralih ke LPG nonsubsidi tersebut.

“Peralihan tersebut tidak terlepas dengan telah terjalinnya kerja sama antara Pertamina dengan pemerintah kabupaten/kota di Kalbar, dalam mensosialisasikan terkait penggunaan LPG subsidi yang memang diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu,” ungkap Marketing Branch Manager Pertamina Kalbarteng, Teuku Johan Miftah kepada wartawan, Kamis (03/05/18).

Menurut Johan, hingga saat ini masih banyak yang belum beralih kepada LPG nonsubsidi. Tetapi dirinya optimistis, secara bertahap mereka akan beralih dengan sinergisitas antara Pertamina dengan pemerintah kabupaten/kota yang punya perangkat dalam mensosialisasikan kepada masyarakat.

Dan hingga saat ini, pihaknya sudah menyosialisasikan penggunaan gas nonsubsidi atau bright gas kepada para aparatur sipil negara serta kepada pelaku usaha di 10 kabupaten/kota dari 14 yang ada di Provinsi Kalbar.

“Saya yakin ke depannya masyarakat semakin sadar, sehingga bagi yang mampu akan beralih menggunakan LPG nonsubsidi, seperti bright gas lima kilogram dan lainnya,” kata Johan.

Berdasarkan data Pertamina, kebutuhan normal LPG tabung tiga kilogram di Kalbar per hari sekitar 100 ribu tabung, kemudian kebutuhan normal bright gas 5,5 kilogram atau sebanyak 700 tabung per hari, untuk LPG 12 kilogram sebanyak 1.400 tabung per hari. (Rilis)