BPS Gelar Sosialiasi PMTB di Sanggau

oleh

SANGGAU – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sanggau menggelar Sosialisasi Penyusunan Disagregasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dalam rangka koordinasi dengan instansi/perusahaan di Kabupaten Sanggau tahun 2018 di Grand Narita Hotel, Jumat (27/04/18).

Hadir dalam sosialisasi tersebut, Kepala BPS Sanggau, Alifius, Pjs Bupati yang diwakili staf ahli Bupati bidang ekonomi dan keuangan, Ignatius Irianto, perwakilan BPS Provinsi Kalbar, Magdalena, perwakilan OPD di lingkungan Pemkab Sanggau, perwakilan perusahaan dan sejumlah awak media. Sosialisasi tersebut dibuka secara resmi oleh Pjs Bupati yang diwakili staf ahli Bupati bidang ekonomi dan keuangan, Ignatius Irianto.

Ditemui wartawai usai sosialisasi, Kepala BPS, Alifius menyampaikan urgensi kegiatan hari ini adalah memberikan pemahaman kepada calon responden yang pada bulan Mei – April 2018 akan didatangi untuk disurvei.

“Supaya apa, supaya mereka paham maksud dan tujuannya ini maka kita adakan sosialiisasi,” kata Alifuus.

Dia menjelaskan, sosialisasi sendiri bertujuan untuk memberikan pemahaman yang seragam dan bisa diterima oleh calon responden agar mempermudah pekerjaan survei di lapangan.

“Ada lima petugas kita yang akan mendatangi semua responden yang sudah ada daftarnya. Daftar responden terpilih kita sudah punya. Dari sosialisasi ini, calon – calon responden kita harapkan sudah paham duluan,” ujar dia.

Sementara itu, Pjs Bupati yang diwakili staf ahli bupati bidang ekonomi dan keuangan, Ignatius Irianto dalam sambutannya menyampaikan, umumnya perekoniman suatu negara ditentukan dua faktor produksi, yaitu tenaga kerja dan modal. Kedua faktor produksi tersebut akan menggerakkan sektor ekonomi lainnya. Untuk mengubah in put menjadi out put berupa barang dan jasa dalam proses produksi.

Barang modal seperti bangunan, mesin – mesin peralatan dan kendaraan tentunya akan mempercepat proses produksi. Secara otomatis, penambahan biaya modal melalui kegiatan investasi rentunya akan dapat menjadi faktor pendorong untuk mengakselerasikan pertumbuhan ekonomi.

Salah satu prioritas nasional dalam rencana kerja Pemerintah (RKP) tahun 2018 adalah pengembangan dunia usaha dan pariwisata dengan prioritasnya adalah penguatan data dan informasi investasi. Data terkait investasi yang dikumpulkan oleh BPS setiap tahunnya selama ini tercermin dari nilai PMTB.

Namun permasalahan yang terjadi adalah ketersediaan data PMTB sebagai indikator untuk menggambarkan tingkat prestasi dianggap masih belum dapat menjelaskan secara rinci dan lengkap.

Data PMTB yang tersedia selama ini hanya sebatas pada nilai investasi total yang hanya dirinci berdasarkan jenis barang modal yaitu investasi bangunan dan non bangunan tanpa bisa di ketahui siapa saja yang melakukan investasi dan dari sektor ekonomi apa saja.

Hal berdampak pada sulitnya pemerintah melakukan evaluasi dan mengukur kontrinusi investor dalam capaian pembangunan setiap tahunnya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan bisa menghasilkan data yang PMTB yang jauh lebih lengkap dan konfrehensip,” harap dia. (indra)