PMI Gelar Latgab Relawan Kemanusiaan

oleh

PONTIANAK – Saat ini tidak banyak yang tahu peran Palang Merah Indonesia (PMI), dimana pada dasarnya adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan.

“Bukan hanya urusan donor darah yang kaitannya dengan ketersediaan
stok darah semata, tetapi jauh dari itu sebenarnya PMI memiliki peran
dan fungsi yang sangat luas,” kata Sekretaris PMI Kalimantan
Barat, Adi Sumariadi, disela-sela rapat persiapan pelaksanaan Latihan
Gabungan Relawan PMI se-Kalimantan Barat.

Sebagai sebuah organisasi sosial kemanusiaan yang netral, PMI memiliki
tugas dan fungsi memberikan pertolongan dan bantuan sejak fase pra bencana, darurat bencana, hingga paska bencana, baik itu yang disebabkan oleh faktor manusia seperti konflik sosial maupun bencana alam.

Organisasi kepalangmerahan ini juga berperan dalam upaya penyelamatan
korban serta melakukan pertolongan pertama secara medis dalam situasi
darurat.

“Termasuk di dalamnya kegiatan sosial yang berhubungan dengan
kesehatan dan lingkungan masyarakat secara sukarela,” tuturnya.

Dalam organisasi kepalangmerahan, kehadiran sukarelawan sangatlah
penting.

“Peranan tenaga sukarela di tubuh PMI adalah ujung tombak
dalam setiap pelaksanaan tugas-tugas kemanusiaan,” kata Wakil Ketua
Bidang Palang Merah Remaja dan Relawan PMI Kalimantan Barat, Ura Titin Hiswari.

Karenanya, untuk mengoptimalkan peran dan untuk peningkatan kapasitas para relawan ini, PMI Kalimantan Barat akan menggelar Latihan Gabungan (latgab) Relawan PMI se-Kalimantan Barat, yang rencananya dilaksanakan di Pantai Kura-kura, Kabupaten Bengkayang, pada 25 sampai 29 April mendatang.

Di lingkungan PMI, dikenal ada dua kelompok relawan, yakni Korps
Sukarela (KSR) yang merupakan organisasi unit PMI yang biasanya merekrut para mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi atau perseorangan di setiap PMI cabang kota maupun kabupaten.

Kedua adalah Tenaga Sukarela atau TSR yang merekrut kalangan masyarakat berlatar belakang profesi atau memiliki keterampilan tertentu, seperti dokter, ahli gizi, sanitasi, jurnalis, akuntan, teknisi, pengajar dan sebagainya atas dasar kesukarelaan untuk bergabung menjadi anggota PMI.

Latihan gabungan ini, kata Titin, menyasar kedua kelompok tersebut,

“Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas relawan di bidang pelayanan kepalangmerahan dengan pendekatan partisipatif masyarakat dalam hal kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan latgab yang baru kali pertama dihelat oleh PMI Kalimantan Barat, sekurangnya sejak satu dekade terakhir ini, akan diikuti oleh 84 relawan yang terdiri dari KSR maupun TSR terpilih yang
merupakan perwakilan dari 14 cabang PMI kota dan kabupaten seluruh
Kalimantan Barat. Nantinya, selain untuk meningkatkan kemampuan relawan dalam memenej organisasi seperti menyusun rencana kerja, dan penyusunan serta pembuatan pola pembelajaran di bidang kesiapsiagaan bencana, juga dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana para relawan ini telah mengaplikasikan pengetahuan yang mereka perloleh dari masing-masing PMI kota maupun kabupaten.

Sebagai bahan pembelajaran dengan pendekatan partisipatif masyarakat,
para relawan nantinya akan merancang konsep mitigasi bencana bersama-sama masyarakat.

Para tenaga sukarela ini, menurut Adi, pada dasarnya dituntut untuk memiliki kemampuan bekerja dengan masyarakat
dimana pun mereka berkegiatan.

“Selama latgab nantinya mereka aka disebar dan diinapkan di rumah-rumah penduduk di sekitar Pantai Kura-kura, untuk menyerap sekaligus mengimplementasikan pola kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.

Latgab yang memilih tema “siaga bencana dimulai dari diri kita dan keluarga” ini, rencananya akan dibuka langsung oleh Ketua PMI Kalimantan Barat Frederika Cornelis. Selain diikuti oleh para relawan,
latgab juga akan dihadiri oleh para pengurus dan staf PMI dari seluruh
cabang kota dan kabupaten se-Kalimantan Barat.

Kegiatan ini, kata Adi, sekaligus juga akan menjadi ajang seleksi untuk memilih peserta Temu Karya Relawan Nasional
tahun 2018 yang akan mewakili PMI Kalimantan Barat dalam pertemuan nasional di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, bulan September mendatang. (*)