Kasus Stunting di Sanggau Capai 47 Persen

oleh

SANGGAU – Hasil riset kesehatan dasar di Kabupaten Sanggau tahun 2017 lalu mencatat prevalensi stunting atau tinggi tubuh anak tidak sesuai usia cukup mengejutkan.

Tercatat mencapai 47 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Jones Siagian kepada wartawan, Kamis (19/04/18).

Penyebab tingginya kasus stunting di wilayah ini, kata Jones, salah satunya karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang asupan gizi yang tepat pada ibu hamil dan bayi diusia seribu hari pertama kehidupan.

“Kita kan sudah tahu penyebab stunting itu apa, pada umumnya asupan gizi yang tidak sesuai. Kita mulai fokus seribu hari kehidupan, melalui penyuluhan-penyuluhan yang kita lakukan dan juga pemberian makanan tambahan,” kata Jones Siagian.

Menurut Jones, hampir disemua kecamatan di Kabupaten Sanggau ditemukan kasus stunting. Meski begitu, tingkat prevalensi stunting untuk dua kecamatan dijalur perbatasan (Entikong dan Sekayam) tergolong lebih rendah daripada kecamatan yang lain.

“Di dua kecamatan perbatasan ini cakupan kinerja kesehatan itu relatif baik dibandingkan kecamatan lain. Itu yang membuat dua kecamatan perbatasan ini angka stuntingnya lebih kecil,” beber Jones.

Tidak hanya Sanggau, tambah Jones. Ada Kabupaten lain yang memiliki angka stunting diatas 40 persen, yakni Kabupaten Sekadau, Sintang dan Kapuas Hulu.

“Tiga Kabupaten ini juga tercatat juga memiliki kasus stunting cukup tinggi,” tuturnya. (indra)