Bertemu Petani Sayur, Gidot Sampaikan Hal Ini..

oleh
Calon Wakil Gubernur Kalbar, Suryadman Gidot saat bersama petani sayur di Pontianak. Foto : Istimewa

PONTIANAK – Calon Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, Suryadman Gidot bertemu dengan sejumlah petani sayur di Sungai Selamat, Kecamatan Pontianak Utara, Pontianak, Selasa (17/04/18).

Dalam pertemuan tersebut, Gidot berdiskusi dan berdialog dengan warga terkait dengan peningkatan hasil pertanian masyarakat.

Ketua kelompok sekaligus koordinator petani setempat, Singku mengutarakan, selama ini yang menjadi kesulitan para petani adalah distribusi pupuk.

Menurut Singku, selama ini dia bersama kelompoknya hanya mendapatkan pupuk yang berasal dari pemerintah  provinsi.

“Pupuk yang kita gunakan saat ini adalah dari provinsi, sedangkan dari pemerintah kota tidak ada,” ungkap Singku.

Sehingga, Singku berharap adanya distribusi pupuk, khususnya urea, sehingga produksi hasil pertanian seperti sayuran-sayuran bisa semakin meningkat.

Menanggapi harapan tersebut, Gidot mengatakan bahwa Provinsi Kalimantan Barat dengan mayoritas penduduknya petani, akan tetap menjadi perhatian dirinya bersama calon Gubernur Karolin Margret Natasa apabila terpilih.

“Tentu akan tetap menjadi perhatian kita bersama dan kita mencari solusi untuk menyiapkan bibit-bibit, alat-alat pertanian, pupuk dan bentuk-bentuk dari kelengkapan pertanian itu sendiri,” ujar Gidot.

Karena, sebut Gidot, sebagai bangsa yang besar, kita harus mewujudkan bersama program swasembada pangan yang saat ini tengah gencar dicanangkan dalam pemerintahan Joko Widodo.

“Maka dari itu, kita harus berkoordinasi dengan para Bupati maupun Wali Kota, DPR dan elemen-elemen pemerintahan, agar hal-hal seperti ini dialami oleh petani, seperti kekurangan distribusi pupuk, dan lain sebagainya,” ucap Gidot.

Gidot menjelaskan, saat ini pemerintah pusat punya program Kartu Pupuk, sehingga dirinya juga berkomitmen mempersiapkan kartu pupuk itu untuk kesejahteraan petani.

“Petani akan mendapatkan fasilitas- fasilitas sperti penambahan pupuk, penambahan alat dan bibit pertanian sesuai dengan apa yang dibutuhkan untuk kesejahteraan petani,” paparnya.

“Kita harapkan bisa digunakan dengan baik, sehingga petani sayur lebih bersemangat untuk memproduksi dan selalu siap bila hasil produksinya disalurkan ke berbagai daerah di Kalimantan Barat,” tutup Gidot.