Donald Trump Kecam Mantan Direktur FBI

oleh

WASHINGTON – Presiden Amerika  Serikat, Donald Trump, Jumat (13/04/18) waktu setempat mengecam mantan direktur FBI James Comey yang disebutnya sebagai “orang tercela yang tak jujur,” dan mengatakan merupakan “kehormatan besar” baginya untuk memecat Comey.

Rentetan cercaan Trump itu dilontarkan sementara Comey terlibat dalam kegiatan mengampanyekan bukunya, “A Higher Loyalty: Truth, Lies, and Leadership”, yang akan dilansir pekan depan.

Buku memoar itu menjanjikan tinjauan mendalam terhadap hubungan Comey dengan presiden Amerika yang memecatnya itu, dan yang dituduh Comey mencampuri independensi FBI.

Mantan Direktur FBI James Comey diambil sumpahnya sebelum dengar pendapat di hadapan Komite Intelijen Senat di Gedung Capitol, Washington, 8 Juni 2017.

“James Comey terbukti seorang PEMBOCOR dan PEMBOHONG. Jelas semua orang di Washington berpikir ia seharusnya dipecat karena pekerjaan buruk yang ia lakukan, sampai ia benar-benar dipecat,” tulis Trump dalam cuitannya. “Ia membocorkan informasi rahasia, yang mana ia seharusnya dituntut. Ia berbohong kepada Kongres di bawah SUMPAH.”

“Ia lemah dan orang tercela yang tak jujur, yang terbukti seiring waktu, adalah Direktur FBI yang buruk. Caranya menangani kasus Hillary Clinton si Pembohong, dan peristiwa-peristiwa lain sekitar itu, akan tercatat sebagai salah satu pekerjaan terburuk dalam sejarah. Adalah kehormatan besar bagi saya untuk memecat James Comey,” lanjut Trump.

Pernyataan Trump itu sesuai dengan sebuah kampanye online, yang diselenggarakan para pendukungnya, untuk mendiskreditkan Comey.

Komite Nasional Partai Republik, Kamis (12/04/18) meluncurkan situs web baru Lyin’Comey.com, yang menampilkan kutipan-kutipan dari tokoh-tokoh partai Demokrat yang telah mengkritik mantan direktur FBI itu pada masa lalu.

Partai Republik berencana untuk memeriksa kesesuaian isi buku Comey itu dengan fakta, dan menggunakan situs web tersebut untuk memberikan “tanggapan cepat” untuk menyoroti setiap “pernyataan yang salah” atau “kontradiksi” lapor Fox News. (**)