Akibat Usir Marquez, Sahabat Rossi Dapat Kartu Kuning dari Yamaha

oleh
Valentino Rossi dan Uccio (sahabatnya). Foto : motogp.com

JAKARTA – Akibat usir Marquez, Uccio dapat Kartu Kuning dari Yamaha !. Ternyata insiden MotoGP Argentina masih berbuntut panjang. Bahkan kini Yamaha memperingatkan Uccio, teman Valentino Rossi. Dimana jika dia mengulangi lagi sikapnya seperti mengusir pembalap lain, dia tidak boleh kembali lagi ke garasi Yamaha menemani Rossi. Wah seru nih.. Yamaha marah.

Seperti kita ketahui Minggu lalu, setelah MotoGP Argentina dan insiden di trek antara Marc Marquez dan Valentino Rossi. Pembalap Spanyol Marc Marquez pergi ke garasi Valentino Rossi, ditemani oleh Emilio Alzamora dan Alberto Puig, untuk meminta maaf, tetapi dikeluarkan “diusir” dan tidak diterima serta mengalami penolakan oleh Uccio, teman Valentino Rossi yang selalu menemaninya dalam balapan.

Nah, menurut pers Italia dan dikutip dari solomoto.es(12/04/18) insiden kedua ini, Alessio Salucci (dikenal sebagai Uccio), melakukan hal yang diluar wewenangnya terhadap Marc Marquez. Dan dia seolah bertindak sebagai yang bertanggung jawab untuk tim Yamaha Jepang, Iwata.

Menurut jurnalis Italia Maurizio Bruscolini dalam program “Paddock” oleh Franco Bobbiese, “Masalah Yamaha telah terlihat. Dalam garasi itu bosnya adalah Valentino Rossi dan kali ini Uccio telah melewati batas. Para Bos tertinggi Yamaha Iwata, pada titik ini, telah dengan keras mengatakan ‘cukup’, (jika dia melakukan) kesalahan lain seperti ini dan ( Uccio)dilarang masuk ke garasi lagi.

Menurut Maurizio Bruscolini bahwa apa yang terjadi pada hari Minggu adalah perang antar kelompok. Yang satu berusaha untuk mendominasi kelompok saingan, dan yang kalah sudah mulai menendang. Ini adalah cerita yang luar biasa. Dalam 15 tahun terakhir paddock telah didominasi oleh kelompok ( Rossi ), tetapi sekarang yang lain sedang tumbuh, dan mungkin dimasa depan akan tumbuh kelompok( Marquez). Tetapi kelompok yang Marquez tidak menyerah. Dan ini adalah perang diluar trek atau diluar balapan.

Menurut Bruscolini, “Valentino yang sesungguhnya adalah yang kita lihat pada hari Minggu, dendam dan dengki, bukan yang dikatakan wartawan, tetapi faktanya Marquez bahkan lebih bengis daripada Valentino”. (**)