Difitnah di Facebook, Warga Tanjung Ini Laporkan Akun Jarot ke Polisi

oleh
Inilah komentar akun yang memfitnah Heriyanto, warga Binjai. Foto : facebook.com

SANGGAU – Warga Tanjung, Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Heriyanto kesal atas ulah akun facebook yang memfitnahnya di media sosial.

Akhirnya, Dia melaporkan akun facebook bernama Jarot ke Polsek Tayan Hulu terkait dugaan penyebaran cuitan berisi fitnah yang dialamatkan kepadanya, Senin (26/03/18).

“Hari ini saya secara resmi melaporkan akun facebook bernama Jarot ke Polsek Tayan Hulu dengan membawa bukti print out cuitan yang berisi fitnah itu. Saya laporkan atas nama pencemaran nama baik, karena cuitan akun Jarot itu sangat keji, berisi fitnah yang sangat kejam. Ini jelas mencemari nama baik saya dan keluarga,” kata dia  melalui telepon seluler, Senin (26/03/18).

Untuk itu, Wakil Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Sanggau ini meminta aparat kepolisian agar menuntaskan laporannya tersebut.

“Saya minta akun palsu Jarot itu diungkap, karena jelas itu fitnah dan pencemaran nama baik. Ada pasal 27 UU ITE terkait pencemaran nama baik yang akan menjerat si pelaku,” tegas Heriyanto.

Ia yakin dan percaya polisi akan bekerja profesional dalam menindaklanjuti laporannya. Umtuk itu, Ia mengaku menyerahkan sepenuhnya laporan tersebut kepada pihak kepolisian.

“Saya yakin dan percaya polisi mampu mengungkap siapa sebenarnya akun Jarot tersebut. Apalagi polisi punya alat untuk mencari tahu akun palsu tersebut,” ungkap Heriyanto.

Berikut adalah screenshot  isi cuitan akun Jarot yang diterima akcayanews.com/b-onetv.id :

Oo bg yosep heriyanto bg lacat cari kamu bg yosep heriyanto…. Dia mau nagih…Panglima tempayan tukang peras perusahaan..sikit sikit..ngatasnama adat dan masyarakat adat..Dah dapat duit orang kampung ditinggalkan…beli mobil xenia putih Oooo bg Yosep Heriyanto bg lacat masih mencari dirimu Bg….

Tak sampai disitu, akun Jarot ini kembali menulis sebagaj berikut :

Sahabat lacat dalam kerja proyek akhir nyari bekelai…Pisang piring makan…Mau jual pipanya ke lacat… Lacat tak mau… Magar SPBU pake tembayan mau minta kerja…Tapi Cuma meras.. Dapat duit senyap…Lupain membantu orang kampung yg ingin kerja di spbu..bibit dari dinas pertanian Sanggau dibantu tapi untuk sendiri… Atas nama kelompok tani…. Hidup itu indah jika hasil kerja halal…Amen #savebg lacat # savekelompoktani #saveorangdesa.

Kapolsek Tayan Hulu, Iptu Charles B.N Karimar membenarkan adanya laporannya tersebut.

“Ada laporan, sementara akan kami tindaklanjuti. Karena laporan ini berkaitan dengan media sosial, maka kami akan koordinasikan dengan Polres maupun Polda,” terang Kapolsek. (indra)