Karolin Minta Masyarakat Jaga Infrastruktur Jalan yang Telah Dibangun Pemerintah

oleh
Karolin Margret Natasa menggelar kampanye dialogis di Kabupaten Sekadau. Foto : Istimewa

SEKADAU – Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa berharap masyarakat dapat ikut bersama menjaga infrastruktur jalan raya di Kalbar yang telah dibangun oleh pemerintah.

“Untuk membangun jalan itu membutuhkan biaya yang tak sedikit, karena untuk membangun 1 km jalan saja kita harus mengeluarkan dana hampir Rp 2 miliar,” ujar Karolin saat menghadiri kampanye dialogis di Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau, Jumat (23/03/18).

Makanya, lanjut Karolin, kalau jalan sudah dibangun, harap dijaga bersama agar bisa bertahan lama.

Karolin menjelaskan, untuk  membangun jalan Sekadau-Rawak akan dianggarkan lagi tahun ini sebesar Rp15 miliar.

“Namun untuk jalan Nanga Taman dan Nanga Lahan sementara tahun ini belum bisa dibangun karena anggaran tahun ini tidak ada,” ujarnya.

Sampai saat ini, lanjut Karolin, jalan Sekadau sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp58 miliar.

“Dana itu bukan nilai yang sedikit, namun itulah resiko pembangunan, dimana kita harus memaksimalkan anggaran yang ada, untuk pemerataan pembangunan di Kalbar,” tuturnya.

Calon  Gubernur yang juga menjabat Bupati Landak itu mengatakan, untuk mewujudkan pembangunan di daerah terpencil, tentu itu menjadi kebijakan dari pemerintah. Makanya presiden Jokowi pada masa pemerintahannya memfokuskan pembangunan daerah pinggiran dan terpencil.

“Hal ini di terapkan juga oleh pemerintah Kalbar, dimana pada masa kepemimpinan pak Cornelis, banyak jalan di daerah pedalaman dan terpencil mulai dibangun,” ujarnya.

Dijelaskan Karolin, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekarang. Jika dulunya untuk mencapai Entikong memerlukan waktu sampai 8 jam, sekarang dari Pontianak sudah bisa ditempuh dalam waktu 5-6 jam.

Dia memaparkan, jika dulunya dari Sekadau menuju Rawak memerlukan waktu sampai empat jam, sekarang hanya tinggal 2 jam.

“Ini bukan cuap-cuap saya, tapi ini kenyataan yang sudah dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dalam mewujudkan pembangunan tersebut, artinya, kata Karolin terjadi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah karena satu partai, dimana Jokowi dan Cornelis diusung oleh PDI Perjuangan.

Ditambahkan Karolin, itulah enaknya jika pemimpin sama partainya, koordinasi tentu lebih mudah.

“Makanya, jika masyarakat Kalbar ingin pembangunan yang berlanjut, pada Pilkada Kalbar ini, pilih lah kami dan pada pilpres 2019 nanti, pilih lagi pak Jokowi, biar pembangunan kita di daerah ini bisa terus berlanjut dan sejalan,” ujarnya.

Karolin meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang ada agar bisa lama bertahan.

Jika kondisi jalan rusak, lanjut Karolin, tentu masyarakat sendiri yang akan kesulitan karena selain menghambat transportasi, juga bisa menyebabkan kecelakaan.

“Tadi waktu jalan ke sini, saya lihat sendiri, truk membawa muatan sawit dengan kapasitas lebih, karena sampai membungbung melebihi bak. Tentu dengan tonase yang lebih, bisa cepat merusak jalan sehingga masyarakat juga harus bisa mengawasinya karena untuk membuat jalan itu bukan murah,” katanya. (rilis)