Tigal Hal yang Bikin Rusak Sepeda Motor Matic

oleh

JAKARTA – Dibalik praktis dan mudahnya mengendarai motor matic, ada konsekuensi yang harus ditanggung pengguna. Tak bermaksud menyatakan jika motor matic lebih ringkih, hanya saja butuh perhatian lebih dan khusus sebagai konsekuensi keramahan yang didapatkan dari motor matic.

Hal tersebut sebenarnya cukup sederhana, nampak tak begitu berbeda dengan jenis motor lainnya. Namun di point-point tertentu, akan ada beberapa hal yang berbeda.

Berikut 3 Hal yang sering kita lakukan, dan tanpa kita sadari bisa merusak motor matic.

Telat Ganti Oli Gardan

Berbeda dengan motor manual, motor matic yang memiliki sistem transmisi otomatis memerlukan oli khusus. Oli gardan yang telat diganti tak akan mampu memberi perlindungan maksimal pada komponen sistem transmisi.

Saran dari pabrikan adalah mengganti oli gardan setiap 8.000 km. Namun beberapa mekanik menyarankan agar oli gardan diganti setiap 4.000 km. Rasanya tak terlalu rugi mengeluarkan biaya belasan hingga puluhan ribu untuk oli gardan. Karena jika sistem transmisi rusak, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai 800 ribuan hingga jutaa rupiah.

Menggunakan Peninggi Shock

Sebenarnya penggunaan peninggi shock tidak dianjurkan untuk jenis motor apa pun. Namun di motor matic resiko atas penggunaan part ini lebih tinggi. Terutama untuk matic yang memiliki suspensi tunggal sebelah. Sasis akan lebih cepat terasa baling dibandingkan pada motor bebek atau motor sport.

Cukup jamak kita temui, pengguna matic menggunakan ring dan ukuran ban yang lebih besar dibandingkan dengan ukuran standar. Agar ban tidak mentok, diakali dengan menggunakan peninggi shock.

Mungkin beberapa akan berpendapat, “matic say