Tiga Kapal Nelayan Vietnam Ditangkap di Perairan Natuna

oleh

PONTIANAK – Tiga Kapal Nelayan asal Vietnam, Minggu (18/03/18) sekitar pukul 06.10 wib, ditangkap oleh Kapal Perikanan (KP) HIU 11, di wilayah di laut Natuna Utara.

Penangkapan terhadap ketiga kapal Nelayan asal Vietnam ini menurut Kasubsi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran stasiun PSDKP Pontianak, Muhammad Erik, ketika pihaknya sedang melakukan patroli terkoordinasi, diantaranya dari TNI Angkatan Laut, PSDKP dan Polair. Ketika itu Hiu 11 menemukan tiga kapal asing berbendera Vietnam masuk wilayah di laut Natuna Utara dengan alat tangkap pair trawl.

“Dengan dibantu pasukan patroli TNI AL dari Lantamal XII Pontianak dan Polair Polda Kalbar, ketiga kapal beserta para Anak Buah Kapal (ABK) nya itu berhasil diamankan dan di bawa ke  stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak,” ujarnya Jumat (23/03/18).

Dijelaskannya, penangkapan itu berawal dari penangkapan Kapal Motor (KM). BV 4987 TS (lebih kurang 115 GT) pada posisi  06°22,785′ LU -109°17,618′ BT, pada hari Minggu (18/03/18) sekitar pukul 06.10 WIB.

“Disini kami juga berhasil mengamankan 10 orang ABK warga negara Vietnam,” katanya.

Kemudian, pada hari yang sama pada pukul 06.25 WIB pihaknya kembali berhasil mengamankan KM. BV 0270 TS (lebih kurang 90 GT). Kapal ini ditemukan pada posisi 06°22,702′ LU – 109°15,417′ BT bersama tiga orang ABKnya yang juga berkewarganegaraan Vietnam.

“Selang beberapa menit kemudian tepatnya sekitar pukul 06.44 WIB, kami kembali berhasil menyergap KM. BV 93739 TS (lebih kurang 110 GT) Pada posisi 06°27,204′ LU – 109°14,802′ BT beserta 11 orang  ABK juga merupakan warga Vietnam,” paparnya.

Ia menambahkan, saat disergap ketiga kapal berbendera Vietnam itu tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan menggunakan alat tangkap pair trawl di ZEEI perairan laut natuna utara tanpa izin dari Pemerintah RI.

“Jadi total ABK warga Vietnam itu 24 orang dengan nakhoda ada tiga orang. Saat ini mereka masih kami periksa dan di tempatkan di  stasiun PSDKP Pontianak,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya para nelayan asal Vietnam ini diduga telah melanggar Pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) dan Pasal 93 ayat (2) Jo Pasal 27 ayat (2), Pasal 85 Jo Pasal 9  UU RI nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (jon)