Strategi Polsek Pontianak Barat Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

oleh
Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Bermawis saat diwawancarai awak media. Foto : Arif

PONTIANAK – Dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukumnya, Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Bermawis sering menyambangi atau mendatangi ke tempat ibadah, sekolah-sekolah, pesantren, tempat keramaian, maupun ke rumah warga setempat.

“Setiap ada kesempatan, kami sering menyambangi ke rempat ibadah, pesantren, tempat keramaian, rumah warga maupun sekolah di wilayah hukum polsek Pontianak Barat,” ujar perwira menengah yang pernah menjabat Kasat Narkoba Polres Singkawang ini.

Menurut Bermawis yang juga pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Singkawang dan Sekadau, untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, ada 7 strategi yang diterapkan, diantaranya Door to Door System (DDS) minimal lima pintu sehari, deteksi dini minimal laporan informasi satu kali sehari, kegiatan desa/kelurahan minimal satu kegiatan sehari, problem sovling (masalah sosial dan kamtibmas), pembinaan komunitas berupa pengembangan polisi dan masyarakat (Polmas), police service berupa pertolongan kepolisian, dan pembinaan siskamling minimal dua kali dalam seminggu.

Disamping 7 strategi tadi, lanjut Bermawis, Polsek Pontianak Barat juga melaksanakan patroli dialogis, krim reserse dan malam minggu aman, dengan memberdayakan secara maksimal setiap personel di Pontianak Barat.

“Semua itu akan dapat terlaksana dengan baik, dengan adanya sinergitas diantara berbagai pihak,” ujarnya.

Semenjak menjabat sebagai Kapolsek Pontianak Barat, lanjut Bermawis, telah tercipta hubungan yang bersinergis dengan seluruh lapisan masyarakat di wilayah hukumnya.

“Jadi tidak ada yang merasa lebih dari yang lain, namun semua masyarakat memiliki dan memposisikan diri sebagai warga baik, yang diikat dengan nilai-nilai pancasila, UUD 1945 dan bhineka tunggal ika,” ujarnya.

Bermawis berharap tidak hanya menjelang Pilkada saja, namun situasi keamanan yang kondusif harus diciptakan secara berkesinambungan, dan bersinergis.

“Jika rasa aman sudah tercipta dengan  baik, maka dengan sendirinya warga di luar Kalbar akan senang datang ke wilayah kita, karena mereka tidak akan merasa canggung dan was-was untuk berwisata maupun berinvestasi di Kalbar,” tutupnya. (dody)