Pesan Khusus Karolin-Gidot untuk Warga Pedalaman di Kalbar

oleh
Calon Gubernur Kalbar, dr. Karolin Margret Natasa saat berdialog dengan masyarakat di Kabupaten Sanggau. Foto : Istimewa

SANGGAU – Pesan khusus disampaikan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat momor Urut dua, dr. Karolin Margret Natasa dan Suryatman Gidot, kepada masyarakat yang berada di daerah pedalaman.

Keduanya, merasa paham betul dengan apa yang terjadi di pedalaman Kalbar dan mampu mengatasinya.

Calon Gubernur Kalbar Karolin misalnya, pada setiap acara dan bertatap muka langsung dengan masyarakat di pedalaman, senantiasa mengingatkan agar masyarakat yang ada di daerah pedalaman untuk melakukan proses persalinan dengan bidan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kematian ibu dan bayi.

“Sampai saat ini, khususnya untuk daerah pedalaman dan terpencil, masih banyak masyarakat yang melakukan proses persalinan dengan dukun beranak. Hal ini tentu menyebabkan resiko yang tinggi untuk kematian ibu dan bayi,” kata Karolin saat menggelar kampanye dialogis dengan masyarakat Sejuah, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau.

Dia mengatakan, angka kematian ibu dan bayi di Kalimantan Barat masih sangat tinggi, berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia, posisi Kalbar berada pada 31 per seribu kelahiran hidup. Sedangkan lima tahun sebelumnya, itu sekitar 40-an perseribu kelahiran hidup.

“Angka ini masih sangat tinggi. Untuk itu, ini tentu menjadi PR besar bagi pemerintah Kalbar ke depan, untuk bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” tuturnya.

Menurutnya, banyak hal yang menyebabkan tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kalbar, selain masih banyak masyarakat yang menggunakan tenaga dukun untuk melahirkan, kondisi infrastruktur, kondisi geografis yang jauh dan minimnya fasilitas kesehatan juga menjadi penyebab hal itu.

Karolin menambahkan, saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan kemitraan dukun beranak dan bidan, sehingga bagi dukun beranak yang akan menangani kelahiran, harus didampingi oleh bidan.

“Ke depan, jika masyarakat Kalbar mempercayakan kami untuk memimpin Kalbar, hal ini akan menjadi salah satu program, pioritas kami, dimana kita akan memaksimalkan layanan kesehatan yang ada untuk mencegah semakin tingginya angka kematian ibu dan bayi tersebut,” katanya.

Mantan anggota Komisi IX DPR itu menambahkan, persoalan kesehatan serta minimnya sarana penunjang kesehatan di wilayah perdesaan sudah menjadi sorotan serius bagi dirinya sejak menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) selama dua periode, serta berbagai program kesehatan telah dicanangkannya untuk masyarakat Kalimantan Barat.

“Ya tidak hanya permasalahan kesehatan, namun masalah pendidikan serta infrastruktur juga harus menjadi perhatian serius yang harus segera dituntaskan saat ini,” kata Karolin. (rilis)