Pembangunan Jembatan di Sambas Jangan Jadi Polemik

oleh
Darso anggota DPRD Provinsi Kalbar Dapil Kabupaten Sambas. Foto : Joni

PONTIANAK – Pembangunan jembatan Tekarang Makrampai di Kecamatan Tebas dan Tekarang Kabupaten Sambas, tinggal menunggu proses realisasi dari Pemerintah Pusat.

Empat lokasi sudah disurvei, termasuk mengukur kedalaman sungai, gelombang dan juga kecepatan angin.

Empat lokasi yang dimaksud tersebut, kata Darso, Anggota DPRD Provinsi Kalbar dari Komisi I dapil Kabupaten Sambas ini adalah, Pemangkat Kalang Bau, Sintete Dungun, Mensere Segarau dan Tekarang Makrampai.

“Kesemua lokasi sudah disurvei, tentang kedalaman, kekuatan gelombang dan kekuatan angin,” ujarnya.

Survei yang dilakukan ini juga memperhitungan efisiensi penghematan biaya. Tentunya kata Darso, letak pembangunan jembatan itu nantinya, jangan sampai ada persoalan tersendiri bagi masyarakat.

Ia juga berharap, Pemerintah Kabupaten Sambas jangan mengambangkan permasalahan pembangunan jembatan itu.

Apalagi, Pemerintah Pusat sudah menentukan titik lokasi pembangunan jembatan.

“Paling tidak, Pemerintah Kabupaten Sambas ada kewajiban untuk menyelesaikan lokasi tanah. Kalau memang sebagian masyarakat menghibahkan lahan, cepat-cepatlah diproses surat hibahnya,” pesan dia.

Katanya lagi, agar supaya pada saat pembangunan nanti, tidak terganjal.

Untuk lahan sendiri lanjut Dia, Pemerintah Pusat tidak mau ambil pusing, karena masalah lahan adalah menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten.

“Karena begitu proyek dijalankan, masalah lahan sudah harus selesai. Yang saya khawatirkan nantinya, pembangunan jembatan tersebut masih terganjal masalah lahan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, dari awal dirinya juga adalah salah satu tim penggagas yang memperjuangkan pembangunan jembatan hingga saat ini.

“Cuma, kapan dibangun belum diketahui karena anggaran pembangunan adalah dari pemerintah pusat.  Anggaran jembatan itu sendiri sebesar 600 miliar lebih,” pungkasnya. (jon)