KPU dan Bawaslu Pastikan Kawal Hak Suara Pemilih Potensial

oleh
Penyerahan Format AC.KWK Pemilih Potensial Non Elektronik Dari KPU ke Dukcapil Sanggau. Foto : Indra

SANGGAU – Berdasarkan data DPS hasil pleno KPU Sanggau pada Jumat (16/03/18) lalu,  jumlah pemilih potensial non KTP tercatat 30.626 pemilih. Jumlah tersebut tentu sangat menentukan kemenangan calon Kepala Daerah yang bertanding.

Agar hak pilih warga tidak hilang, KPU dan Bawaslu Kabupaten Sanggau sepakat akan mengawal hingga data pemilih potensial yang tercantum didalam AC.KWK non KTP elektronik tersebut bisa digunakan di TPS.

“Yang jelas akan kami kawal sampai selesai,”  tegas Ketua KPU Sanggau Sekundus Ritih ditemui di kantornya, Selasa (20/03/18).

Dikatakan Sekundus, hari ini KPU akan menyerahkan data tersebut kepada Dukcapil Sanggau untuk diverifikasi.

“Nanti Dukcapil yang akan mencari di data base mereka, dicocokkan nama, NIK dan KK nya,” jelasnya.

Jika pada batas waktu yang telah ditentukan yaitu sampai tanggal 07 April 2018 data tersebut tidak ada maka namanya akan dicoret dari DPS Sanggau.

“Data yang kita coret itu nanti kita kirim ke KPU RI. Selanjutnya KPU RI yang akan koordinasi dengan Dirjen Arminduk di Kementerian Dalam Negeri untuk mencari di data base nasional, mungkin yang bersangkutan masuk di data anomali atau data yang sudah direkam tapi belum nyampai disini,” ujarnya.

Dijelaskan Dia, jika ternyata nama yang bersangkutan ada di Kabupaten lain dan mungkin terdaftar ganda maka dari daftar pemilih Sanggau akan dicoret.

“Tapi kalau ditempat lain pun juga tidak ada maka dari Ditjen Arminduk akan dikembalikan ke Sanggau lagi, dari Sanggau nanti minta surat keterangan sementara namanya, bahwa yang bersangkutan memang benar penduduk Sanggau tapi belum ada di data base baik di Sanggau maupun di Jakarta. Itu untuk menjamin hak pilihnya,” pungkas Sekundus.

Dikatakan Sekundus, ada beberapa warga yang masuk daftar pemilih namun ketika dicek kemarin yang bersangkutan tidak bisa menunjukan e-KTPnya.

“Data itu gabungan antara yang belum punya sama sekali dengan yang sudah di data tapi tidak ketemu, termasuk yang berusia 17 tahun pada saat pencoblosan. Kepada masyarakat, KPU mengimbau pro aktif mengecek datanya apakah sudah masuk ataukah belum di Kantor Kelurahan/Desa setempat,”

“Data di DPS itukan diumumkan mulai tanggal 24 Maret – 02 April 2018, masyarakat dipersilakan mengecek namanya. Nantikan dari tanggal 03 – 07 April itukan masa perbaikan DPS. Nah, kalau sampai 07 April tidak ada tanggapan dari masyarakat berartikan kami anggap validlah data itu,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sanggau Inosensius ditemui  awak media, Selasa (20/03/2018) menegaskan pihaknya siap mengawal daftar pemilih potensial. Untuk itu, koordinasi dengan KPU dan Dukcapil akan terus dilakukan guna mengetahui sejauhmana proses pengawalan yang dilakukan.

Ino, sapaan akrabnya menyarankan kepada Dukcapil agar segera mengeluarkan surat keterangan (Suket) kepada pemilih potensial yang belum memiliki e-KTP.

“Kami selalu mengupdate perkembangan terbaru. Saya kemaren sudah ke Dukcapil untuk koordinasi, kami ingin memastikan kesiapan semuanya karena disetiap rapat-rapatkan mereka selalu siap, nah kita mau lihat sejauhmana kesiapannya,” ujar dia.

Ino berharap, proses verifikasi data pemilih potensial yang dilakukan saat ini berjalan lancar.

“Harapan kita semua tentunya proses semuanya ini bisa berjalan lancar,” pungkasnya. (indra)