Karolin Sebut Dangdut is the Music of My Country

oleh
Calon Gubernur Kalbar dengan nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa. Foto : Istimewa

PONTIANAK РSosok dr. Karolin Margret Natasa yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Kalbar periode 2018-2023 saat ini memang sedang mencuat. Sejumlah aktivitasnya di lapangan, kerap menjadi bahan pemberitaan dan buah bibir masyarakat Kalbar.

Wanita kelahiran 12 Maret 1982 ini merupakan sosok wanita yang dikenal memiliki banyak pengalaman di dunia politik. Tidak hanya jago kandang di Kalbar, tetapi dirinya juga sudah malang lintang di dunia Nasional.

Saat pertama kali mencalonkan diri sebagai anggota DPR tahun 2009, dirinya menjadi caleg dengan perolehan suara tiga besar nasional setelah Puan Maharani dan Ibas Yudhoyono yang tak lain adalah putri dan putra presiden RI, Megawati Soekarno Puteri dan SBY.

Karier poilitiknya terus berlanjut pada pileg 2014, dimana saat itu Karolin berhasil menjadi caleg DPR dengan perolehan suara terbanyak, yaitu sebesar 397.481 suara. Dirinya mengalahkan dua caleg dengan perolehan suara terbanyak pada pileg 2009 lalu dan menjadikannya sorotan dalam dunia politik nasional.

Atas prestasinya tersebut, ibu dua anak ini kemudian ditugaskan partainya, PDI Perjuangan untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Landak pada pilkada Landak 2017 lalu. Hasilnya, Karolin berhasil mendapatkan 98 persen dukungan dari masyarakat Landak.

Lantas, pada pilkada serentak 2018 ini, meski baru 7 bulan menjabat sebagai Bupati Landak, Karolin kembali ditugaskan partai yang telah membeasarkan namanya itu untuk maju dalam pilkada Kalbar sebagai calon Gubernur Kalbar berpasangan dengan Bupati Bengkayang dua periode, Suryatman Gidot.

Sosoknya Karolin yang tegas, terkadang suka ngomel saat ada PNS yang salah, membuatnya cukup disegani saat menjadi Bupati Landak. Namun, siapa sangka, dibalik ketegasannya itu, istri dari dr. Adi Nugroho ini sangat menyukai musik dangdut.

“Dangdut is the music of my country,” kata Karolin saat menjawab pertanyaan salah satu warga Desa Padang Tikar yang nyeleneh menanyakan apa musik kesukaannya.

“Meski katanya dangdut itu musik kampungan, namun tidak bagi saya. Justru dangdut adalah budaya bangsa yang harus terus dilestarikan, karena sudah terbukti, dari pelosok negeri sampai daerah perkotaan, musik dangdut sampai sekarang masih banyak disukai masyarakat dari berbagai golongan,” tuturnya.

Karolin sempat bercerita, saat dirinya masih kuliah, memang sangat mengyukai musik pop, jaz dan aliran musik kekinian lainnya. Namun, kiblat musiknya berubah 180 derajat saat dirinya mulai terjun ke dunia politik.

Saat kampanye perdananya sebagai caleg DPR 2009 lalu, dirinya diminta untuk bernyanyi oleh masyarakat. Saat itu dia pun mencoba menyanyikan beberapa lagu pop yang hits saat itu. Hasilnya, hanya anak-anak muda yang tahu, bahkan banyak yang tidak tahu dengan lagu yang dinyanyikannya.

“Saat itu masyarakat banyak yang request lagu dangdut yang tidak saya mengerti. Pulang dari itu, saya pun mencoba mencari referensi dan tentang lagu-lagu dangdut dan coba menghapalnya untuk kembali dinyanyikan pada kampanye berikutnya,” kata Karolin.

Mulai saat itu, dirinya menyanyikan lagu dangdut pada setiap ada kesempatan saat kampanye. “Hasilnya, ternyata lebih enjoy, masyarakat yang hadir saat kampanye pun lebih terhibur dan interaksi pun lebih baik. Saya lebih enak membaur dengan masyarakat dengan musik dangdut yang notabenenya juga banyak disenangi masyarakat,” kata Karolin yang juga menjadi Ketua Umum Panitia Pesparawi tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Kalimantan Barat pertengahan tahun ini.

Menurutnya, musik merupakan bahasa universal yang dapat merangkul semua golongan, semua suku dan agama. Dengan musik yang juga menjadi salah satu hobbynya, Karolin bisa lebih mendekatkan diri dengan masyarakat.

Karolin mengatakan, salah satu lagu dengan nuansa dangdut yang sangat dia senangi sejak 2014 lalu adalah lagu Aku Bukan Bang Toyib yang dipopulerkan oleh band Wali.

“Lagu ini kadang saya nyanyikan untuk merayu suami, karena dengan tugas saya sebagai anggota DPR, saya jarang pulang ke rumah kayak bang Toyib. Walaupun begitu, saya tetap ingat tugas saya sebagai seorang istri dan ibu bagi dua anak saya, dimana setiapa ada waktu luang pasti selalu saya manfaatkan maksimal untuk keluarga,” katanya. (rilis)