Karolin Gelar Blusukan di Pasar Batu Ampar

oleh
Calon Gubernur Kalbar, dr. Karolin Margret Natasa saat berdialog dengan masyarakat di Kubu Raya. Foto : Istimewa

KUBU RAYA – Calon Gubernur Kalimantan Barat, dr. Karolin Marget Natasa tiba-tiba menjadi perhatian masyarakat saat melakukan blusukan di pasar Batu Ampar.

“Saya kira siapa tadi yang menyapa saya, saya lihat orangnya cantik awalnya saya tidak kenal, tapi setelah dilihat ternyata ibu Karolin,” kata Aseng, salah satu pedagang kelontong di pasar Batu Ampar, Minggu.

Dia mengatakan, selama ini sering mendengar nama Karolin dan melihatnya di koran dan TV. Namun dirinya tidak menyangka jika sosok Karolin yang asli bisa hadir didepannya dan menyapanya langsung.

“Mudah-mudahan saja setelah jadi Gubernur nanti, ibu Karolin bisa tetap ramah seperti ini dan mau turun lagi ke Batu Ampar,” katanya.

Sementara itu, Halimah, salah satu pedagang sayur di pasar yang sama merasa senang bisa berfoto bersama dengan calon Gubernur Kalbar itu.

“Mumpung beliau belum jadi Gubernur, kita bisa foto langsung. Kalau sudah jadi, nanti pasti susah ketemunya,” kata Halimah.

Meski demikian, dirinya berharap agar Karolin bisa menjadi Gubernur Kalbar dan dapat meningkatkan pembangunan infrastuktur di Batu Ampar.

“Sebagai sesama perempuan, tentu saya mau mendukung beliau. Mudah-mudahan saja nanti setelah jadi, ibu Karolin bisa melanjutkan pembangunan untuk kecamatan Batu Ampar ini,” katanya.

Ditempat yang sama, Karolin menyatakan dirinya sengaja melakukan blusukan tersebut untuk mengetahui harga barang dan bertemu langsung dengan masyarakat disana.

“Kebetulan kita ada rapar kerja anak cabang di kecamatan Batu Ampar ini, sebelumnya kita sempatkan diri untuk blusukan di pasar,” kata Karolin.

Dari hasil dialog singkat dengan para pedagang disana, Karolin mengetahui harga sejumlah kebutuhan pokok yang ada disana sedikit mahal dibanding Pontianak.

Dirinya memaklumi hal tersebut, karena untuk mencapai kecamatan Batu Ampar harus melalui jalur air yang cukup jauh sehingga itu tentu mempengaruhi harga barang yang dijual disana.

Menanggapi keluhan warga terkait infrastruktur disana, mantan anggota DPR itu mengatakan, permasalahan infrastruktur memang masih menjadi masalah hampir disetiap daerah seperti halnya di Kubu Raya.

“Seperti yang terjadi di Batu Ampar ini, dimana masyarakat masih mengeluhkan akses jalan yang belum memadai. Untuk itu memang perlu adanya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah agar kewenangan pembangunan infrastruktur bisa sejalan,” katanya.

Jika dipercayakan masyarakat Kubu Raya dan Kalbar mempercayakan dirinya menjadi Gubernur Kalbar, maka dia akan memperjuangkan kelanjutan pembangunan infrastruktur yang ada. (rilis)