Dongkrak Produksi Ikan, Dishangpang Hortikan Sanggau Perbanyak Pemberdayaan

oleh
H. John Hendri. Foto : Indra

SANGGAU – Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau tak hanya menangani program cetak sawah.

Masih ada bidang lain yang juga menjadi prioritas Dinas yang di pimpin H. John Hendri itu, seperti misalnya Bidang perikanan.

Bidang ini juga menjadi domain dinas Hangpang Hortikan, meski diakuinya gaung program budidaya perikanan masih kalah dengan cetak sawah.

“Ya (kalah gaung). Karena kementerian yang menanganinya kan berbeda,” kata John Hendri kepada  awak media lama ini.

Meskipun begitu, bukan berarti bidang perikanan tak jadi perhatian.

Program tersebut sudah dan akan terus berjalan, meski dengan bentuk yang sedikit berbeda.

Tahun ini, kata John, program yang dicanangkan Dishangpang Hortikan Kabupaten Sanggau, lebih banyak pada pemberdayaan petani.

“Ada semacam sinergisitas dengan petani. Rilisnya, jika ada petani punya kolam, keramba, tapi tidak ada isinya, akan kita bantu. Selama ini kan tidak, kalau kita membantu itu lengkap. Ada kerambanya dan bibitnya,” kata John.

Dengan begitu, setidaknya ada keseriusan dari petani jika benar-benar ingin membudidayakan perikanan.

“Jadi artinya supaya adalah sedikit lah upaya dari petani, jangan semuanya dibebankan ke Pemerintah,” pungkasnya.

Meski tak menyebut jumlah yang disediakan, tapi ia memastikan  benih ikan yang disediakan pemerintah cukup banyak seperti ikan mas, nila dan lele.

“Tapi itu juga sifatnya relatif. Jika itu tak teranggarkan dalam APBD, kita juga kan ada Balai Benih,” pungkasnya.

John menjelaskan, pihaknya terus mendorong upaya budidaya ikan oleh para petani. Baik berupa kolam terpal, tanah, maupun keramba.

“Kita dorong itu. Kemudian ada beberapa lokasi, misalnya di sepanjang Kapuas, seperti Sungai Ranas, itu kita dorong juga. Mereka menyediakan kerambanya, bibitnya dari kita. Itu sudah dilakukan pada 2016,” ungkapnya.

Namun perlu diingat, pemerintah hanya memberikan bantuan pada kelompok, bukan perorangan.

“Bantuan pemerintah ini kan tidak banyak. Tak cukup untuk setiap orang. Makanya kalau sifatnya kelompok, artinya ada kebersamaan mereka. Setelah itu, kalau mereka mau mandiri itu tak masalah. Tapi harus dimulai dulu dari kelompok,” tuturnya. (indra)