Hendak Kabur, Dua Residivis Curat Ini di Tembak Polisi

oleh

PONTIANAK – Dua residivis berinisial JK dan DS dalam kasus curat jalanan, Sabtu (17/03/18) pagi dini hari ditembak unit Jatanras Polresta Pontianak Kota. Kedua pelaku jambret ini, berusaha melawan dan kabur pada saat ditangkap.

Karena luka tembak, kedua residivis ini pun dibawa ke  Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar, Jalan KS Tubun, Pontianak untuk mendapatkan perawatan.

Salah satu pelaku Curat, JK (26) mengaku baru keluar dari Lapas tahun 2010 lalu dalam kasus yang sama. Warga Jalan Adi Sucipto ini pun kembali mengulang aksinya, bersama satu orang temannya yang masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Alasan JK melakukan aksi kejahatannya, untuk membayar kredit sepeda motor. Dalam beberapa kali beraksi, Ia mendapat bagian bervariasi.

Wakasat Reskrim Polresta Pontianak Kota, AKP Efadhoni Lilik Pamungkas menjelaskan, penangkapan JK ini di Sungai Rengas, Dusun Sungai Udang, Kecamatan Sungai Kakap.

“JK diketahui sebagai pelaku jambret di Sui Jawi, Sepakat Wahidin dan beberapa lokasi lainnya. Dalam melakukan aksi, Ia bersama satu orang lainnya yang kini masih buron dan dalam pengejaran,” ujarnya.

Sementara DS adalah pelaku lainnya dalam kasus sama yang cukup meresahkan masyarakat pengguna sepeda motor.

Modus yang dilakukan para pelaku ini, mengikuti pengendara sepeda motor yang rata-rata korbannya adalah kaum wanita.

Terungkapnya identitas kedua pelaku ini, lanjut Dia, ketika JK meminta bantuan pemilik counter handphone untuk mengisi pulsa dan mereset HP milik salah satu korbannya. Namun, JK tidak membuka pola kunci dan alamat email.

Pemilik kios curiga dan memberitahukan pada Ketua RT setempat, yang langsung diinfokan pada tim Jatanras Polresta Pontianak Kota.

Anggota Jatanras, kemudian mendatangi rumah kediaman pelaku, namun, ternyata keduanya sudah pergi ke Sungai Udang.

Dibelakang rumah tersebut juga ditemukan satu unit sepeda motor yang selama ini dicari-cari sebagai sarana dalam kejahatan.

Kedua pelaku ini, lanjut Dia, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur pada saat diminta menunjukan lokasi tindak pidana yang Ia lakukan.

“Keduanya mengaku dan terbukti sebagai pelaku dalam aksi jambret di simpang Polda, depan Kantor Gubernur, putaran Sepakat A Yani dan depan BNI ATM Centre Jalan A Yani. Pasal yang diterapkan, pasal 363 KUHPidana dengan ancaman diatas lima tahun,” pungkasnya. (jon)