Kejari Singkawang Musnahkan Barang Bukti Hasil Kejahatan

oleh
Suasana pemusnahan barang bukti hasil kejahatan di kantor Kejaksaan Negeri Singkawang. Foto : Mizar

SINGKAWANG – Kejaksaan Negeri Kota Singkawang memusnahkan barang bukti dari perkara tindak pidana umum yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah). Barang bukti yang dimusnahkan tersebut berasal dari 23 perkara.

Kegiatan pemusnahan tersebut dilaksanakan di halaman Kejari Kota Singkawang, barang bukti yang dimusnahkan meliputi narkoba, minuman keras serta barang bukti perjudian.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri Ketua DPRD Sujianto, Ketua Pengadilan Negeri Singkawang, BNN, Asisten I, Polres Singkawang yang diwakili Kasat Narkoba IPTU Iwan Gunawan.

Kegiatan itu, dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Kota Singkawang, M. Ravik.

Kepala Kejari Kota Singkawang, M. Ravik mengatakan,  pemusnahan yang dilakukan meliputi beberapa perkara yaitu narkotika, perjudian, serta perlindungan konsumen.

“Untuk narkoba terdapat 20 perkara. Untuk barang bukti sabu 45,1906 gram, ektasi 2,9857 gram,” ujar Ravik.

Lebih lanjut, Ravik mengatakan, tidak hanya sabu, pihaknya juga memusnahkan barang bukti lain, yakni ratusan minuman beralkohol berbagai merk, dan barang-barang perlindungan konsumen atau pangan.

“Kita juga memusnahkan barang bukti perjudian, berbentuk kartu remi, dan lapak liongfu maupun sebagainya,” jelasnya.

Dirinya berharap, dengan adanya pemusnahan barang bukti ini agar tidak meningkat, dan menjadi pelajaran kepada masyarakat di Kota Singkawang.

“Ini sebagai pelajaran bagi masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Apalagi narkoba, dan kita juga telah sepakat untuk memberantas peredaran narkoba di Kota Singkawang, dan ini merupakan keseriusan kami dalam memberantas narkoba, makanya perlu peran serta masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten I Kota Singkawang Heri mengatakan, untuk memerangi narkoba harus disertai peran masyarakat.

“Untuk itu, kita berharap agar mewujutkan Singkawang hebat dan memberantas narkoba di masyarakat, sehingga seluruh stakeholder dapat berperan serta,” harapnya.(Mizar)