Karolin Pastikan Dongkrak Sektor Pertanian di Kubu Raya

oleh
Calon Gubernur Kalbar nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa saat berdialog dengan warga di Kubu Raya. Foto : Istimewah

KUBU RAYA – Calon Gubernur Kalimantan Barat dengan nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa menyebutkan Ia akan memperjuangkan mekanisasi pertanian bagi para petani yang ada di Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, sehingga menunjang peningkatan pertanian di kecamatan itu.

“Pertanian merupakan salah satu dari tujuh program prioritas yang akan kita jalankan saat dipercayakan masyarakat Kalbar untuk memimpin provinsi ini nanti. Makanya, salah satu upaya untuk meningkatkan potensi pertanian tersebut, adalah dengan mekanisasi pertanian,” ucap Karolin saat berdialog dengan masyarakat di Desa Sungai Radak 1, Kecamatan Terentang, Jumat (16/03/18).

Menurutnya, pertanian yang ada di Kecamatan Terentang tentu memiliki potensi besar untuk dikembangkan, mengingat masih banyak lahan yang belum tergarap.

“Untuk menggarap lahan itu, jika dilakukan dengan mekanisme pertanian yang baik, tentu potensinya akan lebih maksimal,” lanjut Calon Gubernur yang juga menjabat sebagai Bupati Landak ini.

Selama ini, kata Karolin, Terentang menjadi salah satu daerah penghasil sayur-mayur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kubu Raya dan Kota Pontianak sekitarnya.

“Selama ini, 70 persen sayur-mayur yang beredardi Kubu Raya dan Kota Pontianak, notabenenya berasal dari Terentang. Untuk itu, sudah sepatutnya jika pengembangan lahan pertanian yang ada, sebagai lahan penanaman sayur mayur,” tuturnya.

Melihat besarnya potensi sayur mayur yang ada di Kecamatan Terentang, Dia akan menjadikan sayur mayur sebagai program unggulan di dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain sayur mayur, pertanian dan perkebunan juga akan menjadi program utama untuk Kecamatan Terentang di dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga, tentunya ini yang akan kita dorong, selain dari sarana infrastruktur yang ada, untuk menopang potensi itu,” katanya.

Pada kesempatan itu, Karolin juga mengingatkan agar para petani tidak menjual lahan yang dimiliki. Serta terus memperkuat jaringan dengan mengoptimalkan keberadaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

“Melalui Gapoktan, petani bisa lebih kompak dan proaktif menangani permasalahaan pertanian, sehingga segala permasalahan yang dihadapi petani dapat diatasi dengan baik,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Hamidi Togo, tokoh masyarakat Desa Sungai Radak 1 mengatakan, dirinya masuk ke desa ini 34 tahun yang lalu sebagai warga transmigrasi.

Sebagian besar masyarakat disana memang bekerja sebagai petani dan menggarap lahan disini. Adapun potensi pertanian yang dikembangkan masyarakat selain padi antara lain, jagung, umbi, kacang dan sayur mayur.

“Kami berharap, ketika ibu Karolin terpilih sebagai Gubernur Kalbar agar dapat memperjuangkan masyarakat transmigrasi yang ada disini. Selain sarana pertanian, kami disini juga sangat membutuhkan akses transportasi yang masih sangat terbatas, karena transportasi merupakan salah satu penggerak nadi ekonomi masyarakat disni untuk membawa hasil buminya,” pungkasnya. (rilis)