Nikmati Listrik di HUT RI, Warga Desa Cowet Merasa Merdeka

oleh

SANGGAU – General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, secara simbolis melaksanakan penyalaan listrik di Desa Cowet Kecamatan Balai Batang Tarang, Kabupaten Sanggau pada Kamis (13/08/2029). Acara yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, itu sekaligus menandai penyalaan 40 desa dan dusun yang tersebar di Kalimantan Barat.

Menurut Ari, untuk melistriki Desa Cowet, pihaknya telah melakukan pembangunan jaringan listrik tegangan menengah sepanjang 7,58 kms, jaringan listrik tegangan rendah sepanjang 5,38 kms, dan 2 unit gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 100 kVA.

Desa Cowet memiliki 5 dusun, yakni Dusun Cowet, Segae, Mungguk Mayang, Manang, dan Mungguk Tawak. Dengan masuknya listrik PLN, maka ada sekitar 235 rumah warga desa yang dapat segera menikmati listrik.

“Menggunakan listrik PLN pastinya akan jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan mesin genset. Saya berharap keberadaan listrik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi masyarakat Desa Cowet,” kata Ari.

Ia juga mengingatkan warga agar memperhatikan aspek keselamatan kelistrikan terutama saat menggunakan listrik di rumah.

“Listrik itu berbahaya jika kita menggunakannya dengan cara yang salah. Saya berharap kerjasama antara PLN dengan warga masyarakat tetap terjaga, terutama dalam menjaga aset kelistrikan yang sudah dibangun. Segera laporkan jika terjadi potensi gangguan pada jaringan listrik,” imbuh Ari.

Sementara itu menurut Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, Listrik menjadi kebutuhan pokok masyarakat, sehingga banyak warga yang merasa belum merdeka jika belum dapat menikmati listrik.

“Kita pantas bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena melalui PLN kita semua dapat menikmati listrik. Aset kelistrikan yang sudah dibangun ini cukup mahal dan perlu kita jaga bersama-sama,” ungkap Yohanes.

Dikatakannya, salah satu dukungan yang dapat diberikan oleh  masyarakat dalam menjaga aset kelistrikan, yakni tidak ada tuntutan ganti rugi dari masyarakat jika suatu saat ada pohon atau tanam tumbuh yang dimiliki mendekati jaringan listrik, agar jaringan listriknya aman dari gangguan yang menyebabkan terjadinya padam.

Senada, Kepala Desa Cowet, Solomon, mengungkapkan bahwa masuknya listrik PLN tentunya akan mengurangi beban hidup warga desa. Menurutnya, untuk menghidupkan lampu dan peralatan listrik seadanya, warga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp800 ribuan hingga Rp1 juta per bulan, itu belum termasuk biaya perawatan mesin genset jika sewaktu-waktu rusak.

“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah khususnya kepada PLN. Mimpi kami untuk dapat menikmati listrik menjadi kenyataan disaat yang berbahagia, jelang perayaan HUT kemerdekaan RI,” pungkas Solomon. (***)