PLN Kalbar Nyalakan Listrik di 40 Desa

oleh

SANGGAU – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengapresiasi kinerja PLN yang telah menyelesaikan pembangunan perluasan jaringan listrik di Kalbar sepanjang tahun 2020.

Hal itu diungkapkan mantan Walikota Pontianak ini, di ruang kerjanya jelang penyalaan listrik di 40 desa yang tersebar di beberapa kabupaten yang ada di Kalbar.

Acara penyalaan secara simbolis dilakukan oleh General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, di Desa Cowet, Kecamatan Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Kamis (13/08/2020).

Menurut Sutarmidji, keberadaan listrik dari PLN tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di pedesaan.

“Saya mengapresiasi sekaligus mengucapkan terimakasih kepada PLN Kalbar beserta jajarannya yang telah menyalakan listrik di 40 desa jelang perayaan HUT kemerdekaan RI ke 75, dimana 19 desa merupakan desa baru, dan 21 dusun di desa yang tersebar di beberapa kabupaten. Saya berharap kedepannya kita semua dapat berkolaborasi dalam membangun infrastruktur kelistrikan agar semakin banyak masyarakat desa yang dapat segera menikmati listrik,” ungkap Sutarmidji.

Sementara itu, Ari Dartomo, General Manager PLN Kalbar mengungkapkan, ditengah pandemi Covid-19 pihaknya tetap berkomitmen untuk terus melaksanakan pembangunan perluasan jaringan listrik sesuai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Hingga Juni 2020, pihaknya telah membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 260,78 kms, jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 189,49 kms, dan gardu distribusi sebanyak 92 buah dengan total kapasitas sebesar 6.310 kms.

“Dengan beroperasinya¬† jaringan listrik yang telah dibangun tersebut, kami dapat melistriki 7.240 rumah warga desa. Ketika rumah kami telah berlistrik, kami juga ingin saudara-saudara kami di pelosok negeri juga dapat menikmati listrik termasuk rumah warga di Desa Cowet ini,” kata Ari.

Selain Desa Cowet, kebahagiaan juga dirasakan oleh warga Desa Suak Barangan Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah.

Pasalnya, listrik yang dinantikan selama puluhan tahun kini telah hadir di desa mereka. Sehingga dengan masuknya listrik di Desa Suak Barangan, maka rasio elektrifikasi desa berlistrik di Kabupaten Mempawah Meningkat menjadi 100 persen.

Menurut Kepala Desa Suak Barangan, Marhasen, ada 437 rumah warga yang dapat segera menikmati listrik dari PLN. Kesulitan yang selama ini dirasakan warga akan segera berakhir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN dan pemerintah atas masuknya listrik ke desa kami. Selama ini kami harus mengeluarkan uang sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta per bulan untuk membeli solar guna menghidupkan mesin genset yang kami hidupkan dari pukul 6 sore hingga pukul 10 malam, itupun hanya bisa dipakai untuk menghidupkan beberapa buah lampu dan televisi saja. Dan menelang perayaan HUT kemerdekaan RI ini kami pun merasa merdeka, karena desa kami kini terang benderang,” ungkap Marhasen tersenyum sumringah. (***)