PMKRI Kalbar Ajak Mahasiswa Kawal Pilkada Serentak 2020 dengan Mengedepankan Protokol Kesehatan

oleh
Ketua Presedium PMKRI Kalbar Srilinus Lino saat acara Focus Group Discussion Pilkada Serentak di Hotel Star Pontianak? Foto : ril

PONTIANAK – Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kalimantan Barat Srilinus Lino mengajak seluruh komponen mahasiswa, pemuda untuk lebih berpartisipasi dalam proses pengawalan Pilkada serentak 7 Kabupaten di Kalbar tahun 2020.

Pengawalan ini termasuk pengawalan sosialisasi, di tengah pandemi Covid-19, asalkan mengedepankan protokol kesehatan demi pencegahan penularan virus corona.

“Pesta demokrasi tahun ini sangat berbedalah dengan Pilkada sebelumnya yang pertama ditengah pandemi covid-19, saya pikir keterbatasan interaksi sosial dalam penyelenggaraan juga itu sangat terbatas,’’ kata Srilinus Lino kepada awak media pada acara Focus Group Discussion Pilkada Serentak, Sabtu (8/8) di Hotel Star Pontianak.

Menurutnya, mungkin pastinya ikut terlibat bagaimana untuk sosialisasi, misalnya penyelenggaraan penerapan protokoler kesehatan seperti dalam proses-proses Pilkada itu sendiri, intinya lebih mengajak partisipasi untuk proses mengawal dan kemudian terlibat dalam proses Pilkada damai.

Mahasiswa, lanjutnya, juga mendukung pelaksanaan yang aman dan damai, sehingga tujuan utamanya bisa tercapai.

Lino juga mengajak para mahasiswa harus cerdas dalam menyaring isu hoaks atau informasi bohong di tengah pilkada. Sehingga pada akhirnya, mereka bisa turut membantu sosialisasi dan pendidikan politik di tengah masyarakat.

Masih kata Srilinus Lino, harus ada kesadaran bahwa kemudian pada tahun sebelumnya Kita mengalami ditengah pandemi covid-19, bagaimana penyelengaraan pemilihnya juga harus dijalankan dengan baik sesuai dengan protokol kesehatan yang ada, juga yang disosialisasikan PMKRI sendiri akan lebih mensosialisasi terhadap protokol kesehatan ditengah Pilkada yang akan berlangsung.

“Untuk Pilkada yang akan datang, pastinya kita tetap pada posisi netral dan tidak memihak kepada siapapun dan lebih kepada sinergitas dengan KPU, Bawaslu,dan kemudian mengawal prosesi,’’ pungkasnya. (ril)