Ditengah Pandemi, PLN Berkomitmen Dukung Bisnis Properti di Kalbar

oleh

KUBU RAYA – Ditengah Pandemi Covid-19, PLN Kalbar tetap berkomitmen mendukung pertumbuhan bisnis properti di Kalimantan Barat.

Hal itu ditegaskan General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, saat menerima kunjungan silahturahim pengurus Realestat Indonesia (REI) Kalbar di Kantor Wilayah, Rabu (05/08/2020).

Menurut Ari, sistem kelistrikan di Kalbar khususnya sistem Khatulistiwa saat ini dalam kondisi yang kondusif, artinya cukup untuk mendukung pertumbuhan dunia usaha dan investasi.

“Dukungan yang kami berikan tentunya disesuaikan dengan kondisi anggaran serta kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan,” tegas Ari.

Diakuinya, kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan PLN harus mengevaluasi kebijakan yang terkait dengan investasi dan pemasaran.

“Untuk itu, kita akan membuat media corner yang dapat dijadikan sebagai sarana diskusi antara PLN dengan pelaku bisnis property, sehingga dapat bersinergi dan saling bertukar informasi terkait layanan kelistrikan,” kata Ari.

Sementara Ketua REI Kalbar, Isnaini mengatakan, REI Kalbar menyambut positif dibentuknya media corner guna sharing informasi antara developer dengan PLN, sehingga Developer dapat merencanakan kebutuhan layanan kelistrikan berdasarkan penjualan properti yang siap dibangun.

Ditahun 2020 ini REI Kalbar merencanakan akan membangun 6.300 unit rumah, namun karena kondisi Pandemi Covid-19, maka rencana pembangunan dievaluasi kembali menjadi sekitar 3 ribuan unit.

“Cadangan lahan yang kami miliki dapat membangun sekitar 44.412 unit rumah. Kondisi pandemi Covid-19 yang berdampak pada terjadinya resesi ekonomi mempersulit investasi di bidang properti,” ungkap Isnaini.

Dikatakannya, bisnis properti melibatkan sekitar 170 jenis usaha lain yang ikut terbantu dalam kegiatan usaha yang dijalankan, seperti usaha material bangunan, peralatan instalasi listrik, dan lain-lain.

“Melalui pertemuan ini kami berharap dapat bersinergi dan  menjalin kerjasama dengan PLN dalam mencari solusi atas permasalahan yang sering dihadapi oleh REI khususnya yang terkait dengan layanan kelistrikan,” pungkasnya. (***)