Tes Darah Bisa Deteksi Penyebab Kebutaan Tanpa Gejala

oleh
Ilustrasi tes darah. Foto : Shutterstock

AKCAYANEWS.COM – Kebutaan salah satu masalah yang paling umum di dunia tanpa menimbulkan gejala. Dalam mengatasi hal ini, para ilmuwan pun mencari cara untuk mendeteksi peyebab kebutaan.

Tes darah dapat membantu mendiagnosis penyebab kebutaan paling umum di dunia, yang seringkali gejalanya tidak muncul.

Dilansir dari Suara.com yang mengutip Daily Mail, para ilmuwan menemukan pasien degenerasi makula terkait usia yang memiliki kadar protein FHR-4 memiliki risiko kebutaan jauh lebih tinggi.

Sehingga terobosan tes darah ini diharapkan bisa menjadi pedoman mengembangkan obat-obatan yang lebih efektif.

Dokter mata dari Universitas Manchester juga mengharapkan penemuan ini bisa membantu memprediksi orang yang lebih berisiko mengalami kebutaan.

Profesor Paul Bishop telah melakukan penelitian terhadap 1.000 pasien untuk membuktikan FHR-4 berperan dalam penyebab kebutaan.

Hasilnya, degenerasi makula terkait usia (AMD) adalah penyebab paling umum kebutaan yang menyerang 600 ribu orang dewasa di Inggris dan kurang dari 2 juta di Amerika Serikat.

Profesor Bishop mengatakan penelitian ini juga mencari cara untuk memprediksi risiko penyakit dengan hanya mengukur kadar FHR-4 dalam darah.

“Penelitian ini juga mencari cara baru untuk pengobatan dengan mengurangi kadar FHR-4 dalam darah untuk mengembalikan fungsi sistem kekebalan di mata,” kata Bishop dikutip dari Daily Mail.

Aanlisis lebih lanjut dari mata yang disumbangkan untuk penelitian medis ini menunjukkan adanya faktor terkait protein FHR-4 di makula.

Pada pasien dengan makula, mata yang bertanggung jawab untuk penglihatan sentral berhenti berfungsi secara efektif.

Kondisi ini menyebabkan penglihatan sentral menjad kabur, lalu menimbulkan gejala seperti kesulitan membaca dan masalah mengenali wajah orang.

AMD biasanya memengaruhi kedua mata, tetapi kecepatan perkembangannya bisa bervariasi di antara kedua mata. Kondisi ini diduga dipicu oleh penuaan, merokok dan genetika.

Perlu diketahui kembali, bahwa degenerasi makula terkait usia (AMD) adalah kondisi mata tanpa rasa sakit yang menyebabkan hilangnya penglihatan sentral secara bertahap. (Suara.com/Daily Mail/Jim)