Kelompok Peretas Bobol Instagram dan Twitter serta Membajak Akun Resmi Facebook

oleh
Aplikasi Instagram. Foto : Dod

AKCAYANEWS.COM – Kelompok peretas bernama Ourmine, berhasil membobol sistem keamanan Twittter dan Instagram saat berhasil membajak akun resmi milik Facebook di dua media sosial tersebut.

Ourmine, dalam postingan di akun Instagram dan Twitter milik Facebook menulis, “bahkan Facebook bisa diretas.” Adapun kini akun resmi Facebook di dua media sosial itu sudah dikembalikan.

Dalam penjelasannya, OurMine mengatakan peretasan itu adalah upaya untuk menunjukkan adanya kelengahan dalam sektor keamanan platform media sosial Twitter. Pada Januari lalu kelompok yang sama meretas akun-akun milik tim sepakbola Amerika Serikat.

“Hi, kami OurMine. Well, bahkan Facebook bisa diretas, tetapi setidaknya keamanan mereka lebih bagus ketimbang Twitter,” tulis peretas itu di akun Twitter milik Facebook.

Tetapi perlu diingat, Instagram, yang juga diretas oleh OurMine, adalah salah satu perusahaan di bawah Facebook.

Twitter belakangan menjelaskan bahwa peretasan itu dilakukan via aplikasi pihak ketika dan akun-akun yang dibajak bisa segera dikunci setelah pihaknya menyadari sudah kebobolan.

“Segera setelah kami menyadari masalah itu, kami mengunci akun-akun yang dibajak dan bekerja sama rekan-rekan kami di Facebook untuk mengembalikannya,” terang Twitter dalam pernyataan resmi dilansir dari laman Suara.com yang mengutip BBC.

Peretasan itu tampaknya dilakukan memanfaatkan aplikasi pihak ketiga bernama Khoros. Aplikasi ini juga dimanfaatkan OurMine saat meretas akun-akun milik tim sepak bola AS.

Khoros adalah platform yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mengelola akun-akun media sosial mereka. Lazimnya Khoros memiliki akses ke password dan informasi penting lain untuk bisa login ke sebuah akun.

OurMine sendiri adalah kelompok peretas yang bermarkas di Dubai dan mengklaim bahwa aksi-aksi mereka semata-mata bertujuan untuk menunjukkan ada kelemahan dalam sistem keamanan sebuah platform atau layanan online.

Kelompok ini sebelumnya pernah meretas akun media sosial milik pendiri Twitter, Jack Dorsey, bos Google Sunda Pichai, dan akun-akun resmi milik Netflix serta ESPN. (Suara.com/BBC/Rar)