Ji Go Liong Buka Mata Bersihkan Kota

oleh
Tatung saat melakukan ritual naga buka mata

PONTIANAK – Sebanyak 25 (Ji Go) replika naga (Liong) melakukan ritual naga buka mata di Klenteng Kwan Tie Bo, yang terletak di Jalan Diponegoro Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (06/02/2020). Ribuan warga dari berbagai penjuru, tumpah ruah di jalan yang selalu dijadikan lokasi perayaan Festival Cap Go Meh di Kota Pontianak.

Satu persatu replica naga (Liong) memasuki Vihara Kwan Tie Bo, guna mengikuti riual bacaan matra yang hanya boleh dilakukan satu orang Tatung (lauya). Tatung ini merupakan orang yang bertugas sebagai perantara yang dirasuk roh dewa, atau leluhur. Tatung ini memakai busana ala panglima perang dengan warna mencolok.

Kemudian Tatung akan mendatangi replika naga dan melakukan ritual. Sang Tatung akan membuka mata naga dengan penanda sebatang dupa yang dilanjutkan dengan memercikkan air yang sudah dibacakan doa.

Dengan cekatan, Tatung mengambil kuas dan menempelkan pada semacam cairan berwarna merah. Kemudian ia akan membuat semacam mantra di udara persis di depan mata replika naga.

Mata replika naga yang tadinya tertutup dibuka usai didoakan. Bukan hanya mata, setiap tiang yang menopang naga juga didoakan hingga bagian ekor.

Ritual tersebut sekaligus menandai, bahwa replika naga tersebut sudah utuh menjadi naga pembawa berkat yang dapat mengusir musibah.

Sekretaris Panitia Cap Go Meh 2020 di Kota Pontianak, Thjie Djie Sen mengatakan, pada Cap Go Meh tahun 2020 ini, sebanyak 25 replika naga melakukan ritual buka mata. Nantinya naga naga ini akan berkeliling  kota, untuk membersihkan roh roh jahat.

“Iringan naga ini merupakan symbol dewa turun dari langit,” ungkapnya.

Semakin panjang iringan naga, maka semakin banyak pula dewa yang bakal turun untuk menjaga keharmonisan suatu kawasan.

Puncak Cap Go Meh di Kota Pontianak akan dirayakan pada 8 Februari 2020. Pawai naga masih akan dilakukan di malam hari, dengan sebutan Pawai Naga Bersinar. (**)