Pertamina Siapkan 10.460 Tabung dari 12 Agen

oleh
Suasana warga Kota Pontianak mengantri elpiji 3 kg. Foto : Istimewa

PONTIANAK – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI bersama Disperindagkop Kota Pontianak menggelar operasi pasar bertahap yang di mulai hari ini hingga 2 hari ke depan.

Operasi pasar dilakukan dengan sasaran 5 lokasi yaitu pasar Kemuning, pasar Flamboyan, pasar Dahlia, pasar Puring dan pasar Kenanga Anggrek di Kota Pontianak.

Pada operasi pasar ini, Pertamina menyiapkan 10.640 tabung melalui 12 agen. Selain Kota Pontianak, operasi pasar elpiji 3 kg juga akan dilaksanakan di Kabupaten Kuburaya dengan menyiapkan total 6.160 tabung melalui 9 agen.

Heppy Wulansari, Region Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan mengatakan, operasi pasar dilakukan untuk memastikan ketersediaan elpiiji 3 kg di lapangan.

“Dan memastikan pembelinya, adalah masyarakat yang berhak atas elpiji subsidi” ujarnya.

Selain operasi pasar, Pertamina juga melakukan berbagai upaya untuk memastikan distribusi elpiji 3 kg tepat sasaran antara lain sidak berkala dan penertiban pembelian elpiji 3 kg di pangkalan.

“Pertamina telah melakukan sidak ke beberapa rumah makan bersama dengan Disperindagkop Kota Pontianak, Satpol PP, dan Anggota DPRD. Dari sidak ini ditemukan ada 3 lokasi rumah makan mendapatkan 99 tabung elpiji 3 Kg yang tidak sesuai peruntukan,” tegas Heppy.

Dari sidak tersebut, rumah makan yang masih menggunakan elpiji 3 kg langsung diminta melakukan penukaran (trade in) ke elpiji non subsidi.

“Selain rumah makan, bersama dengan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) dan Bappeda, Pertamina berencana melakukan pengecekan ke beberapa tempat untuk memastikan apakah sudah berjalan sesuai dengan sebagaimana mestinya,” paparnya.

Heppy menambahkan, Pertamina sudah menerapkan untuk pembelian di pangkalan menggunakan KTP, di mana satu KTP maksimal pembelian dua tabung sehingga tidak ada lagi penimbunan baik penggunaan rumah tangga dan usaha makanan.

“Saat ini, rata-rata konsumsi harian kota Pontianak adalah 21.480 tabung dengan realisasi penjualan tanggal 29 dan 30 Oktober 2019 masing-masing sebanyak 21.840 tabung dan 21.280 tabung yang disalurkan melalui 248 pangkalan di kota Pontianak,” ucapnya.a

Pertamina terus mengimbau masyarakat mampu untuk beralih menggunakan Bright gas dengan varian elpiji can 220 gram, tabung 5.5 kg, dan 12 kg. Elpiji Bright Gas sangat aman dikarenakan teknologi Double Spindle Valve System, lebih ringan dibawa, dan lebih cantik untuk diletakkan di dapur.

“Kami akan terus pantau dalam beberapa waktu ini dengan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait, Kami akan lakukan operasi pasar lanjutan bila dibutuhkan,” tutup Heppy.

Masyarakat juga dapat berperan aktif dalam mengawal lancarnya pendistribusian elpiji dengan melaporkan kendala yang ditemukan ke contact center 135 atau melalui email pcc@pertamina.com. (jon)