Bangunan SMA Negeri 10 Pontianak akan Dibangun Mulai Tahun 2020

oleh
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar Suprianus Herman, SH. Foto : Ril

PONTIANAK – Ambruknya bangunan SMP Negeri 22 yang bersebelahan dengan SMA Negeri 10 beberapa bulan lalu, mengakibatkan bangunan sekolah yang terletak di Jalan Purnama, Komplek Purnama Agung 5, Pontianak Tenggara saat ini tidak bisa difungsikan oleh siswa-siswi yang akan mengikuti proses belajar mengajar, alhasil pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar pun mesti berpikir keras, agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar Suprianus Herman, SH saat di temui di ruang kerjanya Rabu (18/07/19) mengatakan, saat ini untuk gedung SMA Negeri 10 tidak layak untuk digunakan untuk proses belajar mengajar. Pihak teknis juga sudah turun mengecek kondisi bangunan sekolah, dan dianjurkan tidak digunakan untuk mengantisipasi hal-hal yg tidak diinginkan.

Sementara proses belajar mengajar dipindahkan ke aula sekolah dan bangunan lain disekitar sekolah yg bisa difungsikan.

“Tahun ini sudah kita usulkan ke Pemerintah Provinsi Kalbar dan Dinas Pendidikan sudah mengajukan usulan ke Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan sekolah tersebut, mudah-mudahan di tahun 2020 akan di anggarkan untuk pembangunan gedungnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMA Neger 10 Pontianak Sukran dalam sambutan dihadapan orang tua murid kelas 10 pada masa perkenalan sekolah siswa-siswi baru mengatakan, saat sekarang kondisi bangunan sekolahnya memang tidak bisa di fungsikan, akan tetapi kami gunakan alternatif aula sekolah untuk di renovasi selayaknya ruang kelas yang baru.

“Pihak sekolah akan berusaha sebisa mungkin untuk menciptakan proses belajar mengajar yang nyaman bagi peserta didik,” (ril)