Tiga Kapal Asal Vietnam Ditenggelamkan di Perairan Pulau Datok

oleh

MEMPAWAH – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama  dengan Kejaksaanan Negeri Pontianak, serta instansi terkait kembali melaksanakan penenggelaman barang bukti kapal asing asal Vietnam di perairan Pulau Datok, Kabupaten Mempawah beberapa waktu lalu.

Dari 51 kapal yang telah memiliki keputusan hukum tetap, kali ini, ada lima kapal asal Vietnam yang akan ditenggelamkan. Namun hanya tiga kapal yang berhasil ditenggelamkan, sementara dua kapal lainnya kandas di muara, saat akan  dibawa ke lokasi penenggelaman dikarenakan kondisi alur sungai kapuas yang dangkal.

Sebelumnya, beberapa pekan lalu ada 13 kapal asing asal Vietnam, yang juga ditenggelamkan di lokasi yang sama.

Secara teknis, penenggelaman kapal dilakukan dengan cara membocorkan lambung atau badan kapal, dan menyiramkan air ke badan kapal hingga kapal tenggelam.

Selain di Kalimantan Barat, penenggelaman kapal di waktu yang bersamaan juga dilakukan di tiga tempat lainnya yaitu, Belawan, Batam dan Natuna.

Hingga saat ini dari 26 kapal yang ada di Kalbar, ada 7 kapal yang belum ditenggelamkan, 4 berada di Kantor Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, PSDKP Pontianak dan 3 lainnya berada di PSDKP Pemangkat di Sambas.

Penenggelaman kapal ini adalah bagian dari 51 kapal yang direncanakan ditenggelamkan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada bulan Mei 2019 ini.

Rencana sisanya atau kapal yang kandas, akan kembali ditenggelamkan usai perayaan Idul Fitri 2019 mendatang, termasuk sebanyak 90 kapal lainnya masih dalam proses kasasi dan banding, yang ditargetkan dapat ditenggelamkan sebelum bulan Oktober 2019 mendatang.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan,  Susi Pudjiastuti meminta, pihak penegak hukum untuk segera mungkin membuat penetapan pemusnahan kapal, yang paling lama diharapkannya hanya dalam satu minggu, karena proses hukum saat ini dirasakan sangat lama.

Saksikan berita selengkapnya dalam video diatas. (Dody)