Raih Suara Terbanyak Kedua, Maman Melenggang ke Senayan

oleh

PONTIANAK – Caleg muda DPR-RI Dapil Kalbar 1 dari Partai Golkar, Maman Abdurahman melenggang ke senayan, setelah berhasil meraup suara sebanyak 108.520 suara.

Ia menjadi runner-up perolehan suara terbanyak di Dapil Kalbar 1.  Setelah Caleg PDI Perjuangan nomor urut 1, Cornelis, yang mendapat suara  sebesar 285,797 suara.

Hasil itu dihetahui berdasarkan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat KPU Provinsi Kalbar, yang digelar di hotel Mercure Pontianak, Sabtu (11/05/19).

Maman menyebutkan, basis perolehan suara terbesar yang ia dapat di Pileg kali ini, yakni berada di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Dengan raihan suara mencapai 24 ribuan.

“Yang kedua di Ketapang. Ketiga Sambas, dan keempat Pontianak. Tapi perolehan suara partai secara keseluruhan gabungan dari caleg, itu terbesar di Ketapang. Karena Ketapang kan menjadi basis utama Partai Golkar,” kata Maman Abdurahman, ditemui di Pontianak, Minggu (12/05/19).

Atas keberhasilan menembus Parlemen Pusat, mewakili Dapil Kalbar 1 yang meliputi, wilayah Pontianak, Landak, Singkawang, Bengkayang, Mempawah, Sambas, Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya, Maman turut mengucapkan terimakasih kepada segenap keluarga besar Golkar, dan seluruh tim sukses yang ikut berjuang.

“Insya Allah, lima tahun nanti, saatnya yang muda bisa membuktikan dan menunjukan bahwa yang muda bisa berbuat,” katanya.

Maman menyadari, amanah yang dititipkan rakyat kepadanya sebagai legislator di tingkat pusat, bukan perkara mudah untuk dipertanggungjawabkan.

Sebab, pada akhirnya jabatan tersebut akan dituntut oleh konstitun, supaya bisa menjadi wakil rakyat yang mampu memperjuangkan seluruh aspirasi

“Tapi, terlepas dari itu, saya ucapkan dan apresiasi kepada masyarakat. Insyaallah semua amanah ini akan saya emban untuk membawa aspirasi masyarakat kalbar di tingkat pusat,” ucapnya.

Sebagai caleg muda yang terpilih, tentu kata Maman, hal itu menjadi tantangan tersendiri. Untuk membuktikan pada semua orang, bahwa yang muda juga bisa berkiprah dan berkarya di panggung politik nasional.

Terlepas dari itu, Maman pun berkomintmen akan menyuarakan sejumlah isu strategis di wilayah Kalbar untuk digaungkan ditingkat pusat.

Baginya persolan infrastruktur di Kalbar, masih menjadi isu utama yang mesti terus didorong di Palemen RI untuk disampaikan ke pemerintah pusat. Sebab, masih banyak infrastruktur  didaerah yang belum sesuai harapan masyarakat.

Sementara isu yang bersifat jangka panjang yang juga perlu disuarakan di tingkat nasional kata Maman, yakni soal pengembangan potensi sumber daya alam yang ada di Kalbar.

“Hal pertama adalah mendorong percepatan politik will dari pemerintah pusat untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di kalbar,” sebutnya.

Ia berpendapat, hal tersebut merupakan projek prestisius yang cukup tepat. Untuk menyelesaikan permasalahan kelangkaan listrik yang selama ini tak kunjung selesai.

“Ini menjadi solusi yang baik. Secara geografis, Kalbar cukup memenuhi syarat. karena, kita punya potensi uranium di daerah hulu, yaitu Melawi,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, pemindahan gas processing plan d’alfa, yang saat ini berada Kepulauan Riau, juga harus diperjuangkan untuk dipindahkan ke wilayah Paloh Kabupaten Sambas.

“Harapan kita pengelolaan gas ini bisa ditarik di Paloh Sambas,”katanya.

Jika itu bisa diwujudkan, Maman meyakini, penyerapan tenaga kerja akan terbuka lebar. Bahkan bisa menyerap tenaga kerja, 7 sampai 10 ribu.

“Ini memang target jangka panjang. Tidak mudah, tetapi bukan tidak bisa. Saya melihatnya ini perlu terus diangkat agar menjadi perhatian pemerintah pusat,” pungkasnya. (*)