Menteri Susi Kunjungi PSDKP Pontianak Bahas Agenda Penenggelaman Kapal

oleh

PONTIANAK – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengadakan kunjungan kerja ke Kantor Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, Jl. Moh. Hatta, desaSungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (30/04/19).

Agenda kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan kali ini, adalah untuk meninjau barang bukti kapal tindak pidana perikanan, pertemuan stakeholder terkait penanganan tindak pidana perikanan.

Hadir dalam kegiatan itu, Pj. Sekda Pemerintahan Provinsi Kalbar, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Perwakilan Kejaksaan Tinggi Kalbar, Asops Danlantamal XII, Kolonel Laut (P) Herianto T. Angi, SE, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ir. Herti Herawati, MMA dan pejabat Polda Kalbar serte beberapa pejabat dari Kabupaten/Kota di Kalbar dan lainnya.

Adapun rangkaian kegiatan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti adalah peninjauan ke lapangan, dan agenda tanya jawab dengan stakeholder.

“Yang pertama-tama penenggelaman kapal asing seolah-olah menjadi trademark bagi Saya, padahal bukan. Justru apa yang Saya lakukan dengan tenggelam, penenggelaman, dan tenggelamkan kapal adalah sebuah tugas negara,” ucap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Ia menyebutkan, tugas negara yang dimaksud adalah menjaga kedaulatan laut NKRI dengan melaksanakan poin dalam Undang-Undang Perikanan Republik Indonesia, yaitu Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009.

“Sanksi penenggelaman kapal bagi pelaku pencuri ikan yang merupakan nelayan asing di wilayah perairan Indonesia bukanlah ide Saya,  melainkan sanksi itu telah diatur dalam Undang-Undang tentang Perikanan sehingga sebagai menteri, wajib melaksanakan amanat Undang-Undang tersebut,” ucapnya.

Susi menjelaskan, kapal pelaku illegal fishing sudah sepantasnya ditenggelamkan, tidak boleh disita negara untuk kemudian dilelang karena kapal bukti kejahatan tidak boleh dioperasikan kembali.

Penenggelaman kapal efektif, memberikan deterrent effect (efek jera) kepada para pelaku illegal fishing sehingga dapat mengembalikan kedaulatan laut Indonesia.

Dalam dokumen United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) sudah ditetapkan bahwa bekas kapal pencuri ikan tidak boleh dioperasikan kembali sebagai kapal ikan. Hasil lelang atau penjualan kapal juga tidak akan sebanding dengan kerugian yang dialami negara jika kapal tersebut digunakan kembali untuk kegiatan illegal fishing.

“Taruhlah (satu kapal) dijual Rp1 miliar, 100 kapal berarti Rp100 miliar. Bagaimana jika dibandingkan dengan hasil tangkapan? 7 juta ton tambahan yang kita makan dalam dua tahun ini saja, kalau 1 kg harganya USD 1, berarti sudah USD700 juta,” ucapnya.

Terlebih lagi, ditambahkannya, penenggelaman kapal selama ini telah menunjukkan hasil yang nyata. Di Natuna misalnya, hasil tangkapan ikan nelayan mulai meningkat.

“Di Natuna juga di spot yang sama bertahun-tahun disitu, sekarang kalau mancing sebentar saja dapat kakap merah,” ucapnya.

Ia pun berharap, agar seluruh instansi di Kalimantan Barat terkait agar saling berkerja sama dan saling bersinergitas dalam menjaga kedaulatan Wilayah perairan Khusunya Wilayah Kalimantan Barat.

Data 26 KIA yang rencananya akan ditenggelamkan  pada Sabtu (04/05/19) adalah kapal BV 92696 TS bendera Vietnam, BV 98667 TS bendera Vietnam, BV 97679 TS bendera Vietnam, BV 5185 TS bendera Vietnam, BV 5183 TS bendera Vietnam, BWFMA 14 bendera Vietnam, Surya Timur 11 bendera Vietnam, KH 95563 bendera Vietnam, BV 4987 TS bendera Vietnam, BV 0270 TS bendera Vietnam, BV 93739 TS bendera Vietnam, BV 92374 TS bendera Vietnam, BV 92573 TS bendera Vietnam, BV 93118 TS bendera Vietnam, BV 5135 TS bendera Vietnam, BV 93797 TS bendera Vietnam, BV 93798 TS bendera Vietnam, BV 90739 TS bendera Vietnam, BV 92413 TS bendera Vietnam, BV 5431 TS bendera Vietnam, BV 0348 TS bendera Vietnam, BV 8919 TS bendera Vietnam, skoci (BD 86846 TS) bendera Vietnam.

Sementara B KIA yang sandar di Stasiun PSDKP Pemangkat adalah terdiri dari, BV 93186 TS bendera Vietnam, BV 5286 TS bendera Vietnam, BV 5352 TS bendera Vietnam. (Dody)