Garda Borneo Deklarasikan Pemilu 2019 Damai

oleh
Ormas Garda Borneo saat mendeklarasikan Pemilu 2019 damai. Foto : Istimewa

PONTIANAK – Organisasi masyarakat Garda Borneo mendeklarasikan pemilu damai di rumah Radank, Jalan Sutoyo, Pontianak, Selasa (16/04/19).

Meskipun waktu pemilihan menyisakan waktu satu hari lagi, Sekjen Garda Borneo Kalimantan Barat, Salihin mengatakan deklarasi ini menunjukan Garda Borneo mendukung penuh proses demokrasi agar berjalan dengan aman, lancar serta kondusif. Dengan kata lain, pihaknya menjamin keamanan bagi masyarakat untuk menyampaikan hal suaranya ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Kami (Garda Borneo) bersama-sama menjadi mitra TNI dan Polri, mendukung sekali terutama untuk menangkal gangguan-gangguan yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, keamanan yang dimaksud Salihin juga bersifat menangkal informasi-informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. Terutama mengenai informasi yang bersifat menyebar kebencian serta hoax.

Berangkat dari itu dia mewakili organisasi Garda Borneo mengimbau kepada masyarakat untuk tidak cepat menelan informasi-informasi yang beredar.

Semestinya, jika masyarakat mendapatkan informasi, dalam bentuk apapun bentuknya, harus mengkonfirmasi kepada pihak berwajib. Begitu dengan seluruh anggota Garda Borneo.

“Bila mana ada temuan-temuan, saya imbau kepada seluruh masyarakat serta anggota untuk segera melaporkan ke pihak berwajib, dalam hal ini adalah Polri. Karena pihak ini yang paham terkait aturan-aturan menanggapi mana yang salah dan mana yang benar,” tuturnya.

Garda Borneo sebetulnya adalah sebuah organisasi sosial masyarakat, yang mana di dalamnya beranggotakan kepemudaan, yang menjunjung tinggi nilai adat istiadat dan budaya.

Selain itu, Garda Borneo juga ikut serta berpartisipasi jika dalam masyarakat terjadi suatu bencana. Hal utama yang diprioritaskan dalam dukungan ini, kata Salihin adalah dukungan moril serta swadaya sumbangan yang akan dikumpulkan untuk mereka yang tertimpa musibah.

“Misalnya, di kami itu punya ambulance untuk membantu masyarakat-masyarakat yang kurang mampu untuk membawa mereka ke rumah sakit. Kadang merekakan terkendala biaya,” ucapnya.

Garda Borneo saat ini berdiri tidak hanya di Kalimantan Barat saja, namun sudah tersebar di provinsi Kalimantan Selatan,Tengah dan Utara. Mereka terkoneksi satu sama lain dalam menjalankan program apa saja yang telah ditetapkan.

Sebelum deklarasi dilakukan, kegiatan dibuka dengan sebuah tarian bernama Basaruh Semangat. Nama tarian ini diangkat dari bahasa Dayak.

Dalam tariannya, terdapat satu orang laki-laki yang bertugas memegang sesajian berupa ayam dan satu juga bambu yang dijadikan sebagai tongkat. Selain itu, dibelakangnya diikuti sebanyak tujuh orang, dengan rincian lima perempuan dan dua orang laki-laki.

Tarian ini bermakna untuk memanggil roh-roh leluhur yang telah dipanggil oleh Jubata (Tuhan) ke alam surga, kemudian dipanggil kembali untuk berkomunikasi ke alam dunia.

“Maka dengan musik dan tarian itu tadi, kami memanggil para sakti-sakti leluhur kami, agar Jubata dapat memanggil kembali roh-roh mereka atau semangat mereka,” jelas Salihin.

Kemudian, setelah diyakini roh-roh yang dipanggil datang kembali, mereka berharap roh ini membantu masyarakat-masyatakat yang tengah tertimpa musibah.

“Tadi kita lihat, mereka bernari dengan damai sekali, ditambah alunan musik itu. Agar Jubata tahu bahwa mereka (penari) benar-benar meminta untuk roh itu kembali membantu kami,” ungkapnya.

“Kalau dalam bahasa dayak ada yang namanya batubuh rinyakn batubuh lanso, sehat, selamat, gagas, calink,” tambahnya.

Katanya, hubungan tarian ini dengan kegiatan deklarasi ini adalah, selain mempertahankan budaya Dayak yang ada, juga bertujuan memanggil semangat masyarakat agar berbuat yang baik, dalam hal ini menggunakan hak suaranya. Semangat memperjuangkan demokrasi negara. “Karena di sini, tarian tadi ada sistematis, spritualnya, serta mereka juga ada yang namanya ‘pemanek’, yaitu yang sifatnya mampu memenejemen,” tutupnya. (**)