Diversi Gagal, Proses Hukum Kasus Penganiayaan Audrey Lanjut ke Pengadilan

oleh

PONTIANAK – Upaya diversi antara pihak keluarga Audrey, siswi SMP di Pontianak yang menjadi korban penganiayaan, dengan keluarga para tersangka belum menemukan titik terang.

Diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana yang berlangsung di Mapolresta Pontianak gagal alias tidak menghasilkan kesepakatan, dikarenakan keluarga korban ngotot melanjutkan proses hukumnya hingga ke peradilan.

Kuasa hukum korban, Daniel Edward Tangkau menyebutkan, bahwa keluarga korban enggan menerima upaya diversi yang dilakukan, karena putusan tersebut di luar rencana yang telah disepakati dan tidak dapat memberikan efek jera kepada para tersangka.

Sementara kuasa hukum tersangka, Deni Amirudin menjelaskan, saat proses diversi, hasil Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) mengusulkan, agar para tersangka diberikan sanksi sosial berupa pelayanan masyarakat selama tiga bulan, dikarenakan telah memenuhi syarat yang tertuang di dalam Undang-Undang tentang perlindungan anak.

Proses diversi yang dipimpin oleh Kanit PPA Polresta Pontianak, Iptu Inayatun Nurhasanah itu, bukanlah upaya untuk mendamaikan korban dengan pelaku atau menggugurkan proses hukum pidana para tersangka, namun sebagai upaya penyelesaian tindak pidana anak di luar peradilan.

Saksikan berita selengkapnya dalam video diatas.