Coffee Morning Forum Komunikasi Lintas Etnis Kalbar Merajut Tali Persaudaraan

oleh

PONTIANAK – Kali ini KERABAT (Kerukunan Masyarakat Batak) Kalimantan Barat menjadi tuan rumah kegiatan rutin bulanan Coffee Morning Forum Komunikasi Lintas Etnis Kalbar yang diselenggarakan di Rumah Adat Melayu Kalbar, Jalan Sutan Syahrir Pontianak, Jumat (16/11/18).

Menurut Ketua Panitia acara tersebut, Rihat Natsir Silalahi, SH, M.Si mengatakan, bahwa secara umum masyarakat Batak menyambut baik, diadakannya forum seperti ini, karena melalui forum ini akan terwujud ruang dialogis, inklusif, universal dan sama persepsi bahwa kita adalah anak bangsa dan lebih dari itu kita adalah sama-sama ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, seperti yang termaktub dalam sila pertama Pancasila.

“Prakarsa Kegiatan Coffee Morning ini bertujuan konstruktif dan produktif untuk merajut persaudaraan. Sikap inilah yang akan kita wariskan kepada generasi muda Kalbar kelak, sehingga ada rasa persaudaraan yang erat,” kata Rihat.

Rihat mengimbau, agar warga multi etnis di Kalbar dapat memperbanyak silaturahmi, memelihara, memupuk hidup berdampingan untuk hidup rukun dan damai.

“Dengan adanya forum ini, diharapkan agar pada tingkatan elit, tokoh informal serta paguyuban dapat secara cepat berkomunikasi, jika terjadi gesekan di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Tokoh Masyarakat Dayak Yakobus Kumis, bercerita tentang sekilas sejarah coffee morning lintas etnis ini, bahwa, pada awal mulanya digagas oleh Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), Chairil Efendi. Berangkat dari kegiatan yang sama dilaksanakan oleh Yayasan Bhakti Suci waktu itu di Hotel Kartika, pada tahun 2016 dan pada tahun yang sama, gayung bersambut Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), melaksanakan kegiatan yang sama di Hotel Kapuas Palace. Setelah lama terjadi vakum, barulah setelah itu digalakan kembali oleh Ketua MABM, Chairil Efendi dan secara berkesinambungan, diikuti oleh etnik-etnik lain yang ada di Kalbar, hingga saat ini.

“Kegiatan ini sangat positif, karena terjadi silaturahmi antar etnik. Karena sepanjang hidup kita, akan selalu bersilaturahmi. Malalui forum inilah kita saling bertukar pikiran, berbagi informasi, serta saling menguatkan. Dengan tujuan semata-mata menciptakan jalinan persaudaraan antar etnik, agar tercipta stabilitas keamanan dan kerukunan di Kalbar,” pungkasnya. (Arief)