Sebelum AMDAL Terbit, PT BAP Minta Tanggapan Publik

oleh

SEKADAU – Sebelum mendapatkan izin Analisa Dampak Linkungan (AMDAL) kebun dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang akan dibangun, PT Borneo Agroabadi Persada (BAP) terlebih dahulu harus melakukan konsultasi publik studi.

PT BAP sudah mengantongi ijin lokasi dari Bupati Sekadau seluas 5,072 ribu hektar yang mencakup wilayah kecamatan Sekadau Hilir dan Belitang Hilir. Setelah menerima ijin lokasi, kemudian akan dilakukan studi Amdal oleh konsultan.

“Konsultasi publik ini untuk menjaring saran dan masukan dari masyarakat di desa-desa yang masuk dalam areal ijin lokasi PT BAP, khususnya mengenai isu lingkungan,” kata sekretaris Dinas LH, Irwanudin saat membuka kegiatan, konsultasi publik studi Analisa Dampak Lingkungan di mess Pemkab Sekadau, di Jalan Merdeka Barat, Rabu (14/11/18).

Dalam kegiatan konsultasi publik tersebut, terdapat beberapa saran dan masukan khususnya dari para kepala desa yang berada dalam lingkungan ijin lokasi PT BAP.

Selain akan membuka perkebunan kelapa sawit, PT BAP juga berencana membangun pabrik pengolahan minyak mentah kelapa sawit (CPO) dengan kapasitas 30 ton perjam.

Pada kegiatan ini dihadiri kepala  Dinas DKPP Sandae dan Kabid perkebunan Edy, hadir pula lima kepala desa yang masuk wilayah operasi PT. BAP dan undangan lainya. Tampak hadir Forkompimka Belitang Hilir dan Sekadau Hilir serta undangan lainya. (Sutarjo)